Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 21.15 WIB

Sudah 2 Minggu di Kalimantan, Jepang Sudahi Misi Bantuan Pemadaman Karhutla di Indonesia

Sebanyak 3 Helikopter Chinook milik Jepang berada di Kalimantan untuk melakukan pemadaman karhutla. (TNI) - Image

Sebanyak 3 Helikopter Chinook milik Jepang berada di Kalimantan untuk melakukan pemadaman karhutla. (TNI)

JawaPos.com - Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) menyudahi misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada Selasa (29/9). Keputusan itu diambil setelah lebih kurang 2 minggu pasukan dari Negeri Sakura berada di Kalimantan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengkonfirmasi hal itu. Dia menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) Jepang sudah menyelesaikan tugas.

”Jepang melalui Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) secara resmi telah mengakhiri misi bantuan pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat pada Selasa, 29 September 2026,” kata Berton saat dikonfirmasi oleh awak media.

Pemerintah Indonesia, kata Berton, telah menyampaikan kepada Pemerintah Jepang bahwa operasi pemadaman dari udara atau water bombing yang dilakukan JSDF sudah berhasil membantu mencegah kebakaran meluas di beberapa titik di Kalimantan.

”Sisa penanganan di lapangan sudah dapat ditangani secara mandiri oleh Satgas Nasional, yakni TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan relawan,” ujarnya.

Menurut Berton, Pemerintah Indonesia juga sudah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Jepang atas dukungan dalam penanganan karhutla tersebut. Bantuan dari Jepang sangat berarti karena karhutla di Kalimantan sempat meluas.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Selasa (1/9), Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa dukungan Jepang dalam penanganan Karhutla di Kalimantan merupakan wujud nyata hasil diplomasi pertahanan dan hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang.

Menurut Sjafrie, kerja sama pertahanan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan pertahanan, melainkan juga membangun solidaritas dan semangat saling membantu ketika negara sahabat menghadapi bencana.

”Kerja sama pertahanan, kalau ada teman yang susah, dia balik membantu,” kata Sjafrie.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore