Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 04.27 WIB

Gus Ipang Wahid Jadi Waketum PBNU, Dekatkan NU ke Gen Z dan Gen A

Ipang Wahid (kiri) saat menghadiri pengumuman kepengurusan PBNU di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta, Rabu, 30 September 2026. - Image

Ipang Wahid (kiri) saat menghadiri pengumuman kepengurusan PBNU di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

JawaPos.com — Pasca Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 akhir Agustus lalu, Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau yang akrab disapa Gus Ipang Wahid resmi masuk jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gus Ipang yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Digital Native, Teknologi, Budaya, dan Komunikasi.

Masuknya Gus Ipang Wahid dalam kepengurusan diumumkan dalam konferensi pers resmi pertama di bawah Ketua Umum PBNU K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

“Ini amanah dari Rais Aam dan Ketua Umum. Agenda besarnya adalah membangun relevansi, membawa kekuatan NU masuk ke ekosistem tempat generasi baru hidup,” kata Gus Ipang beberapa saat usai pengumuman kepengurusan.

Gus Ipang merupakan putra K.H. Salahuddin Wahid atau Gus Solah, tokoh NU yang pernah memimpin Pesantren Tebuireng sekaligus adik kandung Presiden keempat RI K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Tumbuh dekat dengan tradisi NU, Gus Ipang kemudian menempuh jalan profesional.

Dia belajar desain komunikasi visual di Institut Kesenian Jakarta dan melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat, sebelum membangun karier di industri kreatif dan periklanan, strategi komunikasi, korporasi, pemerintahan, hingga komunikasi politik.

Pengalaman panjang di luar struktur NU itulah yang kini dibawa mantan Komisaris Angkasa Pura I itu ke PBNU. Salah satu agenda yang ingin didorongnya adalah mempertemukan kekuatan pesantren dengan perkembangan teknologi melalui lahirnya generasi Technosantri, yakni santri yang memiliki fondasi kuat dalam agama, turats, dan adab, sekaligus memiliki kecakapan menggunakan teknologi.

“NU ingin melahirkan lebih banyak Technosantri: santri yang kuat turats dan adabnya, sekaligus cakap menguasai teknologi,” ujarnya.

Untuk mewujudkannya, Gus Ipang yang merupakan pelaku industri kreatif sejak 1990-an itu mendorong pesantren yang telah memiliki kesiapan menjadi percontohan pembelajaran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), large language model (LLM), literasi digital, hingga keamanan digital. Kurikulum dapat disusun bersama kementerian terkait dengan menyesuaikan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pesantren.

Penguasaan teknologi tersebut, menurut dia, harus berujung pada terbukanya kesempatan yang lebih besar bagi santri. NU karena itu dapat membangun kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, dan IBM maupun korporasi dari berbagai sektor untuk membuka akses pelatihan, magang, pengembangan keterampilan, peluang kerja, hingga pasar bagi santri dan warga NU.

“NU sudah punya jaringan sosial yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah mengubahnya menjadi ekosistem digital, lalu berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk perusahaan teknologi, agar terbuka akses ilmu, pasar, dan peluang bagi generasi baru,” katanya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore