
Penanganan karhutla oleh Kementerian Kehutanan. (dok. Kemenhut)
Aktivitas manusia, mulai dari kelalaian hingga pembukaan lahan dengan cara membakar, juga menjadi sumber penyalaan api yang dapat memicu kebakaran meluas.
Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ris Hadi Purwanto menjelaskan, kebakaran dipengaruhi tiga unsur utama, yakni sumber api, bahan bakar berupa vegetasi atau material organik, serta kondisi iklim yang mendukung terjadinya kebakaran.
Baca Juga:Jadwal Waktu Shalat Hari Ini Sabtu, 17 Oktober 2026 Untuk Wilayah Majalengka dan Sekitarnya
Menurut Ris, kondisi iklim yang kering dapat memperbesar potensi kebakaran. Meski demikian, keberadaan sumber api tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan karhutla.
“Kalau di kita, di negara Indonesia, yang sering terjadi itu begitu,” jelas Ris dalam UGM Podcast, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (17/10).
Ia menerangkan, pembakaran kerap menjadi pilihan untuk membuka lahan karena dianggap dapat menekan biaya. Namun, apabila tidak disertai pengendalian dan pengawasan yang memadai, api berisiko merambat ke area lain hingga menyebabkan kebakaran dalam skala luas.
Ris menilai, penanganan karhutla tidak seharusnya hanya menjadi perhatian ketika kebakaran sudah terjadi. Kesiapsiagaan perlu dibangun secara berkelanjutan dengan memperhitungkan perubahan kondisi iklim dan potensi kebakaran di berbagai wilayah.
Menurutnya, langkah penanganan yang hanya dilakukan setelah muncul kebakaran berisiko membuat upaya pencegahan tidak berjalan konsisten.
“Jangan sampai, misalnya, mendirikan badan atau balai untuk menangani karhutla itu reaktif. Misalnya, kalau ada kebakaran baru dibuat, kalau tidak, tidak usah,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam diskusi UGM Podcast, luas kumulatif karhutla sepanjang 2015-2026 mencapai sekitar 8,35 juta hektare. Kebakaran terluas tercatat pada 2015, yakni 2,61 juta hektare, disusul 2019 seluas 1,65 juta hektare dan 2023 mencapai 1,16 juta hektare.
Data tersebut memperlihatkan bahwa karhutla merupakan persoalan yang berulang. Karena itu, pengendalian sumber api, pengawasan aktivitas pembukaan lahan, dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi iklim kering perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022