
Logo PSI. (Dok. PSI)
Namun, tulisan ini juga perlu jujur pada sisi sebaliknya. Pengaruh Jokowi saja tidak cukup. Jika PSI tidak mampu membangun struktur, kaderisasi, dan daya tawar nyata, maka magnet itu akan cepat kehilangan daya. Dalam politik, figur bisa membuka pintu, tetapi institusi yang menentukan apakah pintu itu bisa dilewati.
Karena itu, ukuran keberhasilan tren migrasi ini tidak bisa dilihat hari ini. Ia baru bisa diuji pada dua hal: apakah PSI mampu menahan kader-kader tersebut, dan apakah PSI mampu naik kelas menjadi kekuatan menengah?. Jika tidak, maka migrasi ini hanyalah fenomena sementara, bukan transformasi politik.
Faktor waktu juga penting. Politik menuju 2029 tidak lagi dimulai saat kampanye resmi. Ia dimulai sekarang. Dalam fase start dini ini, elite cenderung bergerak lebih cepat daripada pemilih. Migrasi kader ke PSI bisa dibaca sebagai bagian dari perlombaan awal itu.
Maka, kembali ke pertanyaan awal, apakah tren migrasi kader ke PSI merupakan pengaruh Jokowi? Jawaban paling jujur adalah: sebagian iya, tetapi tidak sepenuhnya. Jokowi adalah faktor pembuka peluang, bukan penentu akhir. Ia mengubah kalkulasi, tetapi tidak menjamin hasil.
Tulisan ini tidak bertujuan menghakimi benar atau salah. Ia hanya menguji satu hipotesis sederhana bahwa dalam politik Indonesia, figur mantan presiden masih memiliki daya tarik yang kuat, bahkan terhadap partai kecil. Dan tren migrasi kader ke PSI memberi indikasi bahwa hipotesis itu tidak sepenuhnya keliru.
Apakah indikasi ini akan berkembang menjadi fakta politik yang mapan, atau justru memudar sebagai gejala sesaat, sepenuhnya akan ditentukan oleh waktu. Politik, seperti biasa, tidak memberi kepastian. Ia hanya menyediakan medan uji.
*) Arifki Chaniago, Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
