
Ilustrasi penggunaan grip motor
JawaPos.com - Bagi kalangan tertentu pecinta motor, modifikasi sudah jadi bagian dari gaya hidup. Modifikasi bisa dilakukan mulai dari yang sepele sampai yang ekstrem. Salah satunya, modifikasi dengan memakai gas spontan.
Mekanik di bengkel Ahass Honda 7241, Depok, Toto menjelaskan, gas spontan biasanya digunakan untuk balap atau racing. Gas spontan ini berfungsi saat ingin cepat mendapat kecepatan yang tinggi, pengendara tidak perlu menarik grip gas-nya terlalu dalam.
Berbeda dengan grip gas motor standar, saat ingin mendapat kecepatan yang cepat, pengendara perlu menarik grip gasnya dengan dalam.
"Penggunaan gas spontan berarti grip atau diameter grip didalamnya itu kebanyakan besar. Berbeda dengan motor standar yang diameternya kecil," katanya, di bengkel Ahass Honda 7241, Jl. Tole Iskandar No. 9 Depok, Jawa Barat, Senin (9/4).
Ia menambahkan, bila pengguna ingin memakai gas spontan, perlu diperhatikan saat melakukan pemasangan. Pasalnya, bila salah, akan ditemukan kasus gas 'nyangkut'.
"Tapi, semua balik lagi ke pengguna. Kalau ingin mendapat kecepatan bisa memakai gas spontan. Cuma, gas spontan juga ada variannya. Ada yang elektric starter, ada yang terpisah untuk tombol lampu dan tombol starter, dan di motor Kawasaki Ninja pula beda," imbuhnya.
Yang jelas, pemakaian gas spontan bisa menyebabkan boros bahan bakar pada kendaraan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
