Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2020 | 03.57 WIB

Beberapa Hal Penyebab Terbakarnya Nissan GTR R35 Wakil Jaksa Agung RI

Mobil yang dikendarai  wakil Jaksa Agung saat kecelakaan usai terbakar. (Dok.Polda Metro Jaya) - Image

Mobil yang dikendarai wakil Jaksa Agung saat kecelakaan usai terbakar. (Dok.Polda Metro Jaya)

JawaPos.com - Sabtu kemarin, Seperti diberitakan sebelumnya kabar duka menyelimuti pertemuan keluarga besar Kejaksaan Agung RI. Karena dikabaekan wakil Jaksa Agung Arminsyah menghembuskan nafas terakhir usai terlibat kecelakaan tunggal di tol Jagorawi, (4/4) pukul 14.25 WIB.

Almarhum wakil Jaksa Agung Arminsyah saat itu mengendari mobil Nissan GT-R R35dan menabrak pembatas jalan di Tol Cibubur. Pihak kepolisian menyebutkan, akibat kecelakaan tersebut mobil sport asal Jepang itu terbakar setelah menabrak pembatas jalan.

Sebagai informasi, tidak semua tabrakan dapat menyebabkan mobil terbakar, seperti itu, jika tidak. Seperti mengutip dari situs Packardfirm, ada beberapa mobil yang rusak usai meningkat benturan atau kecelakaan.

Pertama adalah adanya Kebocoran dalam Sistem Bahan Bakar


Seperti diketahui, cairan dalam mobil seperti bensin dan juga oli dapat digunakan mobil terbakar saat terjadi tabrakan. Cairan ini bisa keluar dari tempatnya saat terjadi tabrakan keras yang bisa menimbulkan percikan api yang mengeluarkan api.

Dari sisi penyebablain bisa juga jika tidak ada percikan api, radiator yang overheat dan mesin rusak bisa menghasilkan panas lebih besar hingga menyebabkan api muncul dan memperbaiki mobil.

Pastinya dari bahan bakar yang menentukan pada bahan logam panas dan plastik bisa membuat api menyebar dengan sangat cepat. Jika Anda pernah mencium bau gas di dalam mobil atau di sekitar mobil padahal tidak dapat di pom bensin masa depan segera bawa mobil ke bengkel untuk mencari kebocorannya.

Kedua adalah Sistem Kelistrikan Mobil


Bila mobil terbakar, kita dapat menabrak juga dapat dilakukan oleh sistem kelistrikan yang dibutuhkan dengan sempurna. Mobil di era sekarang dilengkapi dengan kabel dan juga komponen yang serba canggih.

Meskipun begitu ini membuat mobil menjadi rentan jika terjadi tabrakan yang cukup parah. Saat kecelakaan terjadi, kabel dapat dengan mudah melonggar sampai bisa terputus yang akan dilakukan percikan api. Nah, percikan api ini saat diganti bensin, kain, dan bahan mudah terbakar lainnya akan cepat membuat api berkobar cepat.

Ketiga adalah Uap Bahan Bakar


Harus dimengerti, jika bensin bebas satu-satunya bentuk gas yang bisa terbakar. Uap bensin juga dapat memperbaiki emisi pada mobil. Intinya saat terjadi tabrakan bensin di dalam tangki bisa terombang-ambing hingga menghasilkan banyak gas yang rentan terbakar.

Setelah uap tersebut terbakar, kobaran api itu kembali ke bensin yang diperbaiki lagi. Begitu juga dengan uap oli yang dirancang khusus dapat mengeluarkan percikan api dengan bantuan dari mesin mobil. Sementara jika percikan api tidak dapat dikendalikan dapat diperbaiki pada mobil.

Sebaiknya untuk menghindari semua yang terjadi patuhilah peraturan lalulintas. Batas kecepatan khusus yang diizinkan saat melintas baik di kota maupun di jalan bebas hambatan alian jalan tol.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore