Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 04.13 WIB

Pemotor Harus Tahu, Ini Ciri-cirinya Bearing Rusak dan Minta Diganti

Ilustrasi bearing roda sepeda motor

 


 
JawaPos.com - Ada komponen kecil pada roda yang kehadirannya sering terlupakan, tapi bikin repot saat rusak atau waktunya dilakukan penggantian. Namanya adalah bearing, atau, orang-orang bengkel biasa menyebutnya dengan klaher atau juga laher. 
 
 
Termasuk juga pada sepeda motor, hadirnya bearing ini membuat putaran roda jadi lancar. Meski hanya bagian kecil di sebuah motor, namun fungsi bearing kendaraan tidak bisa dipandang sebelah mata. 
 
Bahkan karena vital fungsinya, bisa dikatakan tanpa dirinya sebuah kendaraan tidak akan bisa berjalan. Alasannya adalah karena komponen inilah yang menerima beban dari putaran ban. Bila berkaca dari hal tersebut memang sudah menjadi kewajiban para bikers untuk senantiasa memperhatikannya.
 
Pada umumnya, ada tiga hal yang kerap menjadi penyebab komponen kuda besi satu ini alami kerusakan. Pertama adalah usia, di mana ketika sudah lama pemakaian akan aus, lalu kedua karena jalanan yang dilalui, apabila kerap hadapi jalan bergelombang dan berlubang, dan terakhir adalah salah pemasangan, namun hal ini berlagu untuk suka modifikasi
 
Kembali berbicara tentang masalah bearing, ada beberapa hal yang bisa dirasakan kalau bearing motor rusak, atau akan mengalami kerusakan. Berikut ciri-ciri selengkapnya dari bearing roda motor yang akan mengalami kerusakan.
 
Muncul suara kasar
 
Hadirnya suara kasar ini dari bagian roda dan timbul ketika motor dijalankan pada kecepatan tertentu. Seharusnya di kondisi normal, suara itu tidak hadir saat motor kondisi jalan. Suara itu timbul karena bulir bearing tidak presisi lagi sehingga timbul gesekan berlebih dan menimbulkan suara gemuruh. 
 
Jika sudah dalam kondisi itu, sebaiknya segera mengganti bearing. Pasalnya jika tidak diganti, bulir bearing bisa rusak dan berpotensi merusak komponen kaki-kaki lainnya.
 
Kemudi terasa bergetar
 
Ciri lainnya, pada kondisi ini karena bulir bearing sudah rusak sehingga membuat ruang yang seharusnya tidak terjadi karena susunan bulir bearing semestinya padat. Kondisi itu pada akhirnya menimbulkan getaran di roda dan akhirnya mencapai setang motor.
 
Roda bergoyang
 
Terakhir, gejala ini sangat terasa ketika motor berjalan melindas permukaan jalan dengan perbedaan tinggi. Seperti melindas marka jalan, bodi motor pun terasa tidak stabil atau bergoyang. Kondisi ini karena ada kelongaran pada bearing roda. 
 
Sehingga bisa membuat motor goyang saat roda mendapatkan tekanan lebih dari jalan.
Untuk mengecek kondisi bearing roda cukup mudah dan dilakukan dalam kondisi motor berhenti. Dorong ban dengan tangan di sisi samping. 
 
Dilansir dari laman DeltaLube, jika saat didorong ban terasa goyah, hal itu berarti kondisi bearing sudah mulai rusak. So, buat Anda para pemotor, supaya aman dan nyaman di jalan, wajib tahu, ya, ciri-ciri kerusakan pada bearing roda.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore