
Ilustrasi speedometer motor. (Channel YouTube OK Otomotif)
JawaPos.com - Pernahkah kamu menemukan retakan halus atau bahkan retakan besar, pada kaca penutup speedometer motormu? Retakan ini tentu mengganggu pemandangan dan membuat tampilan motor jadi kurang sedap dipandang.
Lebih dari sekadar masalah estetika, retaknya kaca speedometer bisa jadi indikasi adanya tekanan atau masalah pada perawatan motormu.
Sebelum retakannya makin parah atau air sempat masuk merusak panel di dalamnya, penting untuk memahami apa saja biang keladinya.
Retak pada kaca speedometer sering kali bukan terjadi tiba-tiba. Melainkan, merupakan akumulasi dari beberapa faktor. Mulai dari kebiasaan parkir, kualitas komponen, hingga cara kamu membersihkan motor.
Dengan mengetahui lima penyebab utama ini, kamu bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat dan menjaga panel indikator motormu tetap jernih dan awet. Yuk, kita telusuri satu per satu, seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.
Kamu sering memarkir motor langsung di bawah terik matahari seharian penuh? Hati-hati, karena perubahan suhu ekstrem yang berulang adalah salah satu musuh utama kaca speedometer.
Ketika motormu terpapar panas matahari langsung dalam waktu lama, material kaca atau plastik akan memuai (mengembang). Kemudian, saat malam tiba atau motor masuk garasi, suhu turun drastis dan kaca akan menyusut.
Proses pemuaian dan penyusutan yang terjadi terus menerus inilah yang menyebabkan munculnya retakan mikro yang tak terlihat, namun lambat laun akan membesar menjadi retakan yang jelas.
Kaca speedometer sangat rentan terhadap tekanan fisik atau benturan. Motor yang sering digunakan di medan off-road atau melalui jalanan yang penuh lubang akan lebih sering mengalami guncangan keras.
Bahkan, benturan yang terlihat kecil seperti kerikil atau batu kecil yang terlempar saat berkendara dengan kecepatan tinggi sudah cukup untuk menciptakan titik kerusakan yang akhirnya berkembang menjadi retakan. Selalu waspada terhadap benda asing yang mungkin mengenai dashboard motormu.
Faktor kualitas material memegang peranan besar. Tidak semua pabrikan motor menggunakan material penutup speedometer dengan kualitas yang sama.
Pada beberapa motor, terutama model ekonomis, kaca penutup yang digunakan mungkin adalah plastik akrilik berkualitas rendah (bukan kaca keras), yang memiliki daya tahan yang minim terhadap tekanan dan perubahan suhu.
Material yang mudah rapuh ini akan lebih cepat mengalami kerusakan atau retak, bahkan dengan sedikit pemicu.
Kebiasaan membersihkan motor yang salah ternyata bisa jadi penyebab retak. Penggunaan cairan pembersih yang mengandung bahan kimia keras atau tidak sesuai dapat bereaksi negatif pada material kaca atau plastik speedometer.
Bahan kimia korosif tertentu bisa mengikis lapisan pelindung pada permukaan kaca. Ketika lapisan pelindung terkikis, material di bawahnya menjadi rapuh, getas, dan jauh lebih rentan terhadap retakan meski hanya terkena tekanan atau suhu ringan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
