
Ilustrasi harga BBM Pertamina Terbaru. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diesel mengalami kenaikan signifikan. Hal ini disebut-sebut berdampak pada operasional bahkan penjualan kendaraan bermesin diesel, baik itu yang baru ataupun bekas.
Dari perusahaan berpelat merah seperti PT Pertamina hingga pihak swasta seperti BP, hingga Vivo pun telah melakukan penyesuaian harga pada BBM jenis ini. Pertamina Dex sendiri kini dihargai Rp 23.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Melihat hal ini, pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menegaskan bahwa hal ini sejatinya beriringan dengan fase transisi menuju ke arah elektrifikasi.
Menurutnya, penyesuaian tajam harga BBM nonsubsidi yang comply dengan kendaraan pribadi bermesin diesel modern yang beriringan dengan komitmen pemerintah menegakkan standar emisi Euro 4 menuju Euro 5, telah memicu pasar untuk meredefinisi nilai utilitas dan efisiensi dari setiap jenis kendaraan di jalanan.
Di satu sisi, pada segmen kendaraan penumpang pribadi di area perkotaan yang seringkali menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel, dia menegaskan ada pola migrasi preferensi konsumen kelas menengah yang sangat masif menuju ekosistem elektrifikasi.
“Baik itu itu HEV maupun BEV. Langkah ini merupakan manuver yang sangat rasional guna menjaga efisiensi biaya operasional harian. Konsekuensi logis dari pergeseran tren ini adalah terjadinya koreksi atau tekanan pada nilai jual mobil diesel bekas di segmen penumpang, seiring dengan kesadaran masyarakat akan tingginya biaya perawatan mesin modern jika tidak menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi. Secara perlahan, mesin diesel di segmen ini mulai fade out sebagai kendaraan gaya hidup komuter,” kata Yannes kepada JawaPos.com, Selasa (5/5).
Baca Juga:Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Tajam untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex
Meski begitu, di sisi lain, dia mengungkapkan terdapat narasi yang sepenuhnya berbeda dan sangat esensial terjadi di sektor komersial dan logistik. Alih-alih ditinggalkan, kendaraan bermesin diesel konvensional maupun unit bekasnya justru semakin mengukuhkan eksistensinya sebagai tulang punggung yang tak tergantikan bagi urat nadi perekonomian nasional.
“Ketangguhan mekanis armada angkutan logistik ini terbukti mampu beradaptasi dalam menyukseskan program kedaulatan energi pemerintah, yakni pemanfaatan bahan bakar nabati bersubsidi mulai dari B40 hingga B50. Di sektor perniagaan ini, elektrifikasi belum menjadi opsi utama karena kendala tingginya modal awal serta kesiapan infrastruktur pengisian daya lintas provinsi,” jelasnya.
Oleh karena itu, sebagai solusi konkret menyikapi dinamika ini, Yannes menekankan adanya kolaborasi dan harmonisasi kebijakan antara pemerintah dan pelaku industri yang menjadi syarat mutlak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022