
Pabrik Leapmotor di Purwakarta. (Dok. Leapmotor)
JawaPos.com - Leapmotor resmi memasuki tahap baru pengembangan bisnisnya di Indonesia dengan memulai perakitan kendaraan listrik secara lokal. Dua model yang menjadi produk perdana dalam proses tersebut adalah Leapmotor B10 dan C10.
Kegiatan produksi lokal itu berlangsung di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjalankan proses manufaktur dengan mengacu pada standar produksi yang diterapkan Leapmotor dan Stellantis secara global, termasuk dalam aspek kualitas, keselamatan, hingga keandalan kendaraan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Leapmotor untuk memperkuat keberadaannya di pasar Indonesia. Dengan adanya fasilitas produksi di dalam negeri, perusahaan berharap dapat memiliki rantai pasok yang lebih fleksibel sekaligus membangun fondasi bisnis kendaraan listrik untuk jangka panjang bersama Stellantis dan Indomobil.
Isaac Yeo, Managing Director Stellantis ASEAN, mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara. Dimulainya perakitan lokal menjadi langkah penting bagi Leapmotor untuk semakin mendekatkan kepada konsumen Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis dan memperkuat kehadiran merek Leapmotor di kawasan ASEAN.
“Bersama Indomobil, kami bangga memulai babak baru ini melalui perakitan lokal Leapmotor C10 dan B10. Kolaborasi strategis ini akan mempercepat roadmap elektrifikasi kami di kawasan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara,” kata Isaac dalam keterangannya, Sabtu (8/8).
PT National Assemblers Plant 3 merupakan fasilitas yang dibangun melalui investasi Indomobil Group lewat PT National Assemblers (NA). Pabrik tersebut disiapkan untuk menangani produksi kendaraan listrik dengan penerapan standar manufaktur Leapmotor dan Stellantis.
Fasilitas yang berdiri di area seluas 158.000 meter persegi itu dilengkapi teknologi produksi modern, otomasi, serta sistem pengawasan kualitas di berbagai tahapan manufaktur. Penerapan sistem tersebut ditujukan untuk menjaga konsistensi proses produksi sekaligus memastikan kendaraan yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Pada fase awal, Plant 3 mampu memproduksi hingga lima kendaraan setiap jam atau sekitar 10.000 unit dalam satu tahun. Kapasitas tersebut masih dapat ditingkatkan mengikuti perkembangan permintaan pasar.
Jika ekspansi dilakukan sesuai rencana, kapasitas produksi fasilitas ini dapat mencapai 17 unit per jam atau sekitar 34.000 kendaraan per tahun. Peningkatan tersebut antara lain akan didukung pengembangan area body shop dan paint shop.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022