
Pola Asuh Orang Tua memengaruhi love language. (Freepik/jcomp)
JawaPos.com - Ketika membicarakan hubungan dengan orang yang kita sayangi, sering kali kita menyinggung tentang love language atau bahasa cinta.
Menariknya, bahasa cinta yang kita miliki saat ini ternyata tidak lepas dari pengalaman masa kecil, terutama dari pola asuh orang tua.
Walaupun kita sangat menyayangi orang tua, harus diakui bahwa tidak ada orang yang sempurna.
Ada kalanya mereka hebat di satu sisi, namun kurang di sisi lain. Hal inilah yang diam-diam ikut memengaruhi bagaimana kita belajar menerima dan memberi cinta saat dewasa.
Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, bahasa cinta setiap orang bisa berbeda-beda, ada yang lebih senang diberikan hadiah, ada yang butuh kata-kata manis, atau ada juga yang lebih bahagia saat bisa menghabiskan waktu bersama.
Lalu, bagaimana sebenarnya pola asuh orang tua memengaruhi love language kita? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.
1. Gift Giving (Memberi Hadiah)
Bagi sebagian orang, hadiah bukan soal harga, tapi lebih kepada perasaan dihargai dan diperhatikan. Jika ini adalah bahasa cinta Anda, kemungkinan besar saat kecil Anda merasa kurang diperhatikan secara personal. Orang tua mungkin jarang memberi sesuatu yang sesuai dengan kepribadian atau kesukaan Anda. Karena itu, saat dewasa, hadiah kecil seperti cokelat favorit atau baju dengan gaya yang sesuai bisa terasa sangat bermakna.
2. Acts of Service (Bertindak Tanpa Disuruh)
Membesarkan anak sejatinya adalah bentuk acts of service. Namun, jika orang tua lebih sering sibuk atau membiarkan anak mengurus dirinya sendiri sejak kecil, maka di kemudian hari anak bisa tumbuh dengan kebutuhan kuat akan bahasa cinta ini. Hal sederhana seperti dibuatkan kopi di pagi hari atau dibantu menyelesaikan pekerjaan rumah bisa terasa begitu istimewa, karena itu berarti ada orang yang benar-benar peduli dan ingin meringankan beban.
3. Physical Touch (Sentuhan Fisik)
Bahasa cinta ini sangat erat kaitannya dengan kasih sayang di masa kecil. Jika sejak kecil Anda jarang dipeluk, dielus, atau bahkan tidak pernah mendapatkan afeksi fisik dari orang tua, maka kebutuhan akan sentuhan fisik saat dewasa akan semakin besar. Rangkulan hangat, genggaman tangan, atau pelukan sederhana bisa memberikan rasa aman dan cinta yang mendalam.
4. Quality Time (Waktu Bersama)
Waktu adalah hal yang berharga. Jika saat kecil orang tua jarang meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan, bermain, atau sekadar menemani, maka ketika dewasa Anda akan sangat menghargai kebersamaan. Seseorang yang menyediakan waktunya untuk Anda, meski hanya sekadar ngobrol santai, akan membuat Anda merasa penting dan dicintai.
5. Words of Affirmation (Kata-kata Memuji)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
