Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juli 2018 | 12.45 WIB

Curhatan SBY Berkali-kali Demokrat Ditawari Jokowi Masuk Pemerintahan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat  menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (24/7). SBY mengaku berkali-kali ditawari agar Demokrat jadi partai pendukung pemerintah. - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (24/7). SBY mengaku berkali-kali ditawari agar Demokrat jadi partai pendukung pemerintah.

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali curhat di hadapan publik. Kali ini, Presiden ke-6 Indonesia itu membeberkan perihal hubungannya dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa tahun terakhir.


Menurut SBY, sudah beberapa kali Jokowi berusaha menggaet partainya untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan. Dia menyebut, tawaran itu pertama kali didengarnya pada 2014.


"Pada bulan Oktober tahun 2014, saya masih Presiden. Pak Jokowi sudah menjadi Presiden terpilih mengatakan kepada saya, apakah baiknya kalau Demokrat berada dalam pemerintahan?" kata SBY saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).


Kala itu, SBY pun secara tegas menolak ajakan Jokowi. Bukan tanpa alasan, dirinya merasa tak elok karena sikap partainya di Pilpres 2014 tidak mendukung gerbong koalisi manapun.


"Saya rasa kurang tepat saat itu, karena kami tidak mengusung Jokowi maupun Prabowo," ucapnya.


Jokowi pun kembali menawarkan hal yang sama kala ia memimpin suatu acara di Korea Selatan. Dia pun kembali menolak tawaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


Namun, hubungannya dengan Jokowi semakin erat kala adanya Aksi 411 dan 212 di Jakarta. Saat itu SBY mengaku terus dihujani fitnah lantaran dituduh dalang di balik aksi tersebut.


Diapun mendatangi istana untuk memberikan klarifikasi kepada Jokowi. Dari situlah dirinya mengaku kemungkinan berkoalisi mulai terbuka.


"Setelah itu jadi makin sering dipertemukan. Semangatnya adalah kalau memang cocok bisa saja mengusung beliau kalau Allah menakdirkan untuk berkontribusi dari dalam. Saya yakin Pak Jokowi sungguh-sungguh mengajak Demokrat di dalam koalisi," ucapnya.


SBY menghitung setidaknya sudah lima kali mereka bertemu. Terakhir pada Mei 2018 lalu.


"Semangatnya baik. Saya mengetahui bahwa Pak Jokowi sungguh-sungguh mengajak Demokrat untuk di dalam koalisi pemerintahan. Kalau sekarang ada yang mengatakan SBY kena PHP itu tidak benar. Saya yakini bahwa Pak Jokowi sungguh-sungguh ingin mengajak kami di dalam," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore