
DONGENG SERU: Kak NitNit dan bonekanya, Naomi, dikerumuni anak- anak, Jumat (13/1) di ruang serbaguna Fakultas Psikologi Ubaya.
Pusat Konsultasi dan Layanan Psikologi (PKLP) Universitas Surabaya (Ubaya) membina Kelompok Bermain (KB) Sanggar Kreativitas dan Taman Penitipan Anak (TPA) Rumah Ceria. Para anak mungil itu Jumat (13/1) diajak berinteraksi dan mendengarkan dongeng.
SEBANYAK 70 anak KB Sanggar Kreativitas dan TPA Rumah Ceria berseliweran di ruang serbaguna Fakultas Psikologi Ubaya Jumat (13/1). Mereka tampak riang.
Ketika MC mengajak anak-anak mendengar dongeng, mereka menyambut dengan antusias. ’’Ayo, panggil bareng-bareng. Kak NitNiiiit...,’’ ujarnya. Ajakan itu disambung anak-anak. ’’Kak NitNiiiit...’’
Dari samping panggung, perempuan yang ditunggu-tunggu muncul. Dia membawa sebuah boneka berukuran setengah meter. Boneka tersebut berambut kribo, hitam legam.
Tampang boneka yang aneh itu membuat bocah berusia 2–4 tahunan tersebut cekikikan. ’’Perkenalkan, namaku Kak NitNit dan kawanku, Naomi,’’ kata Kak NitNit sambil menunjuk bonekanya.
Perempuan bernama lengkap Kartikanita Widyasari itu lantas mendongeng. Dengan suara melengking, NitNit mengungkapkan, Naomi memiliki banyak teman meski penampilan fisiknya jauh berbeda.
’’Dengan cerita ini, kami ingin mengangkat tema menghargai perbedaan,’’ ungkap alumnus Universitas Putra Bangsa itu.
Media dongeng, tutur ibu satu anak tersebut, memang merupakan sarana yang efektif dan paling mudah dalam menyampaikan pesan mengenai etika kepada anak.
Terutama bagi anak usia dini. Pada masa itu, anak akan merespons dengan cepat jika diberi sesuatu yang konkret. Termasuk dongeng.
Perempuan yang menekuni dunia dongeng sejak 2009 itu menyebutkan, dongeng membuat anak lebih mudah memahami sesuatu. Pun lebih kreatif. Bonusnya, daya imajinasi anak semakin berkembang.
’’Memang terlihat sepele. Tetapi, pada proses pertumbuhan anak, dongeng sangat berpengaruh,’’ tegasnya.
Meski penting, belum banyak orang tua yang menerapkan teknik dongeng untuk mempercepat pemahaman anak. Mayoritas orang tua mengaku tidak bisa mendongeng karena harus menyediakan boneka atau cerita buku bergambar.
Padahal, menurut dia, definisi dongeng tak sesempit itu. Tanpa media pun, orang tua bisa melakukannya.
Dia mencontohkan, saat menasihati anak ketika tidak mau makan. Cukup berikan cerita konkret untuk mendorong anak agar doyan makan.
Misalnya, jika tidak makan nanti, mereka bisa sakit atau tidak memiliki tenaga untuk bermain. ’’Sesuatu yang menyenangkan dan baik bisa menjadi contoh bagi anak,’’ tutur sarjana psikologi tersebut.
Sementara itu, Kepala KB Sanggar Kreativitas Shinta Oktaviani menjelaskan, belajar bersama orang tua dan mendongeng menjadi agenda rutin sekolah. ’’Setiap tahun ada dengan konsep berbeda-beda.
Untuk tahun ini, sekolah mengambil tema kebinekaan,’’ ucapnya. Tujuannya, lanjut dia, anak sejak dini mengenal dan menghargai perbedaan.
Dongeng, imbuh Shinta, memang sudah menjadi bagian dalam pendidikan TK dan TPA. Selain anak cepat mengerti, dongeng membuat anak lebih ceria, tidak boring selama di kelas.
Sebelum sesi mendengar dongeng, anak-anak berkolaborasi dengan orang tua. Mereka menghias kue. ’’Selama ini, kalau di sekolah, anak-anak selalu mandiri. Kali ini orang tua diajak terlibat agar tahu kemampuan anak mereka,’’ katanya. (elo/nda/sep/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Ketua Komisi II DPR usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Be'er Sheva: De Kaasboeren Terlalu Digdaya di AFAS Stadion
Prediksi Skor Wofoo Tai Po vs Lion City Sailors di ACL Two: Tim Singapura Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Gangwon FC vs Phnom Penh Crown: Misi Tuan Rumah Raih Kemenangan Perdana di ACL Two
Prediksi Skor BG Pathum United vs Adelaide United: The Rabbits Waspadai Ketajaman Wakil Australia
Prediksi Skor Sparta Prague vs Lillestrom: Železná Sparta Siap Menang Telak di epet ARENA
Prediksi Skor Tampines Rovers vs Machida Zelvia: Wakil Jepang Berpeluang Curi Tiga Poin di Singapura
Prediksi Skor Kuching City vs Kitchee: The Cats Incar Poin, Wakil Hong Kong Ingin Beri Perlawanan
Prediksi Skor Celje vs Omonia: The Shamrock Jaga Mimpi Lolos ke 32 Besar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022