
Dari Limbah Jadi Berkah, ITS Kembangkan Paving Anti Banjir dari Fly Ash. (Humas ITS)
JawaPos.com - Abu sisa pembakaran batubara kini tak lagi menjadi masalah. Tim Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mrnyulap fly ash menjadi paving anti banjir.
Inovasi paving porous berbasis fly ash ini tidak hanya mampu menyerap air, mengurangi genangan, dan ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ketua Tim Penelitian DTIS ITS, Eng Yuyun Tajunnisa menilai fenomena banjir kerap terjadi akibat alih fungsi lahan yang mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air, biasanya terjadi di perkotaan.
“Perkerasan dengan permeabilitas rendah yang banyak digunakan di perkotaan tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan,” terang Yuyun di Surabaya, Senin (3/11).
Apalagi, paving block konvensional memiliki daya serap rendah, sehingga berpotensi menimbulkan genangan. Karena itu, Yuyun menyebut paving porous ini solusi yang mampu menyerap air secara alami.
Tidak hanya itu, paving porous juga ramah lingkungan karena materialnya memanfaatkan limbah pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pengganti sebagian bahan semen.
"Jadi dapat menekan biaya produksi sekaligus mengurangi emisi karbon. Paving porous kami juga sudah melalui sejumlah pengujian di laboratorium," tambah Yuyun yang juga menjabat Kepala Prodi D4 Teknik Sipil ITS.
Adapun uji yang dilakukan terhadap Paving Anti Banjir karya ITS, meliputi kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi yang disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012.
"Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi limbah batubara berupa fly ash dan CaCO₃ mampu menghasilkan paving dengan karakteristik mekanis yang kuat serta tingkat permeabilitas tinggi," terang Yuyun.
Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penelitian Paving Anti Banjir dikembangkan ke tahap hilirisasi dan komersialisasi produk.
"Upaya ini kami lakukan bersama peneliti dari Departemen Manajemen Bisnis ITS, yang berperan dalam mengkaji potensi pasar serta peluang pengembangan di sektor konstruksi berkelanjutan," tukasnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022