
Ilustrasi banyak daerah di Indonesia memiliki keterbatasan infrastruktur internet. (APJII)
JawaPos.com-Ketersediaan akses internet cepat masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah di Indonesia. Kebutuhannya bukan cuma urusan harian, tapi juga untuk memenuhi sektor pendidikan.
Di sejumlah perguruan tinggi, kapasitas jaringan belum mampu mengimbangi kebutuhan aktivitas belajar digital yang meningkat pesat. Itu sejak kuliah hybrid dan penggunaan sumber belajar daring menjadi standar baru.
Menjawab kebutuhan tersebut, dua perguruan tinggi di Jambi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Universitas Muhammadiyah (UM) Jambi, mulai pekan ini mendapatkan fasilitas akses internet berkecepatan tinggi yang dapat digunakan mahasiswa secara terbuka.
Fasilitas WiFi Corner ini disediakan melalui kolaborasi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan afiliasinya, PT Telemedia Dinamika Sarana (Gasnet), pada 25–26 November.
Di UIN STS Jambi, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat dipakai 10.000–20.000 mahasiswa. Sementara di UM Jambi, akses WiFi ditargetkan melayani 3.500–5.000 mahasiswa.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, peningkatan akses internet menjadi kebutuhan dasar pendidikan tinggi saat ini. Terutama untuk aktivitas riset, perkuliahan daring, hingga pengembangan kompetensi digital mahasiswa.
“Akses internet kini menjadi elemen penting dalam proses belajar,” kata Fajriyah.
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Kasful Anwar, menilai fasilitas ini akan membantu mengatasi keterbatasan jaringan kampus. Terutama di jam-jam padat penggunaan.
Menurut dia, mahasiswa kerap mengalami kendala saat mengakses jurnal, mengikuti kuliah daring, atau mengerjakan tugas yang membutuhkan koneksi stabil.
“WiFi Corner sangat membantu kegiatan perkuliahan dan aktivitas akademik lainnya,” ungkap Kasful Anwar.
Sementara itu, Direktur Utama Gasnet Rikhi Narang menjelaskan, permintaan akses internet cepat di lingkungan kampus meningkat dalam dua tahun terakhir. Dia menyebut bahwa digitalisasi pendidikan membuat kebutuhan bandwidth melonjak, sementara tidak semua institusi memiliki infrastruktur yang memadai.
“Kami ingin memastikan mahasiswa di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses internet berkualitas,” tutur Rikhi Narang.
Gasnet juga mengklaim bahwa langkah serupa berpotensi diperluas ke kampus-kampus lain di Indonesia, sejalan dengan program pemerintah untuk memperkuat transformasi digital pendidikan dan meningkatkan pemerataan konektivitas di daerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022