
Ilustrasi Poltekes Bhakti Kencana. (Istimewa)
JawaPos.com - Politeknik Bhakti Kencana bertekad menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di bidang kesehatan. Langkah ini penting agar generasi muda siap menghadapi dunia kerja.
Pendiri Politeknik Bhakti Kencana, Mulyana mengatakan, tantangan dunia kesehatan saat ini semakin dinamis. Permintaan terhadap tenaga kesehatan profesional pun cukup tinggi.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Bhakti Kencana menerapkan sistem pendidikan yang adaptif dan aplikatif agar menciptakan SDM unggul. Kurikulum dirancang agar relevan dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa tidak sekadar memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis melalui pengalaman praktik intensif.
"Kami ingin memastikan lulusan Politeknik Bhakti Kencana memiliki kompetensi unggul. Dukungan jejaring akademik yang luas dan fasilitas modern menjadi modal utama kami dalam melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil, tetapi juga berintegritas dan bersikap humanis," ujar Mulyana, Kamis (5/3).
Kampus pun menyediakan 3 program studi unggulan. Yakni Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan (S.Tr.MIK) yang menawarkan konsentrasi pada Manajemen Rekam Medis, Sistem Informasi Kesehatan, Statistik dan Analisis Data Kesehatan, serta Manajemen Data dan Administrator Sistem. Lulusan prodi ini disiapkan untuk mengisi celah kebutuhan digitalisasi di sektor kesehatan.
Kedua Sarjana Terapan Fisioterapi (S.Tr.Ft). Prodi ini fokus pada penanganan fisik yang komprehensif, prodi ini memiliki konsentrasi Fisioterapi Olahraga, Fisioterapi Komunitas & Kesehatan Kerja, Fisioterapi Muskuloskeletal (Ortopedi), serta Fisioterapi Kardiorespirasi (Rehabilitasi).
Terakhir adalah Diploma III Farmasi (D3). Prodi ini menyiapkan tenaga teknis kefarmasian yang andal dengan konsentrasi Farmasi Klinik & Pelayanan Kefarmasian, Farmasi Komunitas (Apotek & Puskesmas), Produksi & Teknologi Sediaan Farmasi, serta Administrasi & Regulasi Kefarmasian.
Pendidikan di Politeknik Bhakti Kencana memadukan pembelajaran teori dengan praktik di laboratorium modern serta magang di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti rumah sakit, klinik, dan apotek. Pendekatan ini menjamin setiap lulusan mampu beradaptasi cepat dengan teknologi medis dan sistem pelayanan modern.
Untuk menjamin anak didiknya memiliki kualitas mumpuni, tenaga pengajar yang dikerahkan dipastikan memiliki akreditasi profesional bergelar Magister (S2) dan Doktor (S3) lulusan dalam maupun luar negeri. Kampus juga menjalin kerja sama dengan lebih dari 50 perguruan tinggi serta institusi kesehatan.
"Politeknik Bhakti Kencana bukan sekadar tempat belajar, melainkan jembatan bagi generasi muda untuk meniti karier masa depan yang jelas di bidang kesehatan," imbuh Mulyana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
