
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. (Dok Pribadi)
JawaPos.com - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah tak berhentikan guru non-ASN. Alih-alih memberhentikan, pemerintah seharusnya mengangkat para guru non-ASN menjadi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) penuh waktu.
Koordinator Nasional (Kornas) P2G Satriwan Salim mengatakan, keberadaan guru honorer di sekolah negeri selama ini menjadi penyelamat terhadap proses pembelajaran di kelas-kelas bagi murid. Pasalnya, sebaran guru ASN tidak merata di wilayah Indonesia.
“Negara mestinya berterima kasih kepada para guru honorer non-ASN, merekalah yang memenuhi kebutuhan atas kekurangan guru di sekolah dan madrasah kita,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5).
Oleh sebab itu, Satriwan meminta pemerintah tidak memecat guru honorer alias non-ASN di sekolah negeri yang jumlahnya mencapai 200 ribu lebih.
Saat ini, ia menyebut bahwa sebanyak 200 ribu guru honorer di daerah yang belum dingakat jadi ASN PPPK. Menurutnya, persoalan rekrutmen guru PPPK sejak 2019-2024 selalu diliputi persoalan pelik. Baik dari sisi anggaran, rekrutmen, analisis jabatan, ketidakjelasan karir, kontrak yang berbeda-beda, dan bentuk diskriminasi lainnya.
Bahkan kondisi tersebut diperburuk dengan lahirnya Kemenpan RB No. 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu yang membuat tata kelola guru ASN makin kompleks, runyam, bahkan diskriminatif.
“Para guru PPPK Paruh Waktu ini adalah eks honorer atau non-PNS, mereka diangkat sebagai ASN oleh Pemda, tapi hingga hari ini mereka belum terima gaji. Gajinya pun tak manusiawi, ada yang Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, Rp 300 ribu. Bahkan banyak yang sudah 4 bulan terakhir tak terima gaji,” tuturnya.
Oleh karena itu, P2G mendesak pemerintah pusat membuka kembali rekrutmen guru PNS sebagai solusi kekurangan dan persoalan klasik tidak meratanya distribusi guru di daerah.
“Tidak ada satupun sarjana pendidikan bercita-cita jadi guru PPPK apalagi jadi honorer Non ASN. Mereka semua bermimpi menjadi guru PNS. Tapi sayangnya negara sejak 2019 menutup mimpi itu dengan menghentikan penerimaan guru PNS,” pungkas Satriwan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022