
Penggunaan AI di dunia pendidikan. (pinterest)
JawaPos.com - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara belajar di perguruan tinggi. Tidak lagi sekadar menjadi alat pencari informasi, AI kini dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus yang dikembangkan President University melalui program HumAIn Learning. Inisiatif ini memadukan kemampuan AI dengan pendekatan humanis agar teknologi tidak hanya membantu mempercepat proses belajar, tetapi juga tetap mengedepankan empati dan interaksi manusia dalam pendidikan.
Melalui HumAIn Learning, AI dimanfaatkan dalam berbagai fitur seperti multilingual image-to-speech, analitik pembelajaran, penerjemahan materi kuliah, hingga personalisasi pembelajaran berbasis data. Dengan dukungan teknologi tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan gaya belajar masing-masing.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi President University, Adhi Setyo Santoso, mengatakan bahwa kampusnya terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi global.
“President University selalu berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang dapat menunjang masa depan seluruh mahasiswa. Berbagai inovasi dalam pembelajaran sehari-hari terus kami kembangkan untuk memastikan mahasiswa mampu mengikuti perkembangan global, sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan secara langsung,” ujarnya.
Tidak hanya memanfaatkan AI sebagai pendukung pembelajaran, mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi tersebut sebagai alat produktivitas. Mulai dari menganalisis tren pemasaran, membuat coding sederhana untuk pengembangan website, hingga membantu pengecekan dokumen legal dan berbagai tugas lainnya.
Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak sekadar menerima hasil akhir dari AI, tetapi memahami proses kerja teknologi tersebut serta mampu menggunakannya secara kritis, efektif, dan bertanggung jawab. Dengan kemampuan tersebut, lulusan diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang semakin terdigitalisasi.
President University menegaskan bahwa AI tidak digunakan untuk menggantikan peran dosen. Sebaliknya, teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran, sementara dosen tetap menjadi pusat interaksi akademik dan pembimbing utama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa.
Inovasi pembelajaran berbasis AI yang dikembangkan President University juga mendapat pengakuan internasional. Dalam ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026, kampus ini berhasil menempati peringkat 165 dunia pada kategori Overall Ranking dalam ajang World University Rankings for Innovation (WURI) 2026.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
