
Ilustrasi literasi financial. (Honest Card)
JawaPos.com - Akses generasi muda terhadap layanan keuangan di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara bijak.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa semakin banyak pelajar yang memiliki akses ke produk dan layanan keuangan, tetapi belum memiliki bekal literasi yang memadai untuk mengambil keputusan finansial yang sehat.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat literasi keuangan pelajar hanya naik dari 56,42 persen pada 2024 menjadi 61,76 persen pada 2025. Di sisi lain, tingkat inklusi keuangan meningkat jauh lebih cepat, dari 69 persen menjadi 84,42 persen pada periode yang sama.
Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum otomatis dibarengi kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Tantangan yang sama bahkan lebih besar dirasakan kelompok penyandang disabilitas.
Data mencatat hanya 24,3 persen penyandang disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang memiliki rekening bank, jauh di bawah angka masyarakat non-disabilitas yang mencapai 47 persen.
Asisten Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Chandra Shadiq Faritzi menilai penguatan pendidikan keuangan harus dilakukan secara merata agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Baca Juga:Cetak Guru Berkarakter dan Adaptif, Unindra dan PGRI Gelar Pelatihan Konseling di Kabupaten Lebak.
“Peningkatan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi keuangan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pada awal tahun 2025, OJK telah meluncurkan Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA) yang menjadi kerangka dan panduan bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan untuk menerapkan inklusi disabilitas secara strategis dan praktis,” ujar Chandra di Jakarta, Senin (15/6).
Dia menambahkan, OJK juga meluncurkan Buku Pedoman Literasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas pada momentum Hari Disabilitas Internasional 2025.
“Melalui pendekatan yang inklusif dan relevan, edukasi keuangan dapat membantu generasi muda memahami risiko, mengelola pengeluaran secara bijak, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” kata Chandra Shadiq Faritzi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
