Ilustrasi guru sedang mengajar di sebuah sekolah internasional di Jakarta. (Gemini AI)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, mencatat ada kekurangan sekitar 1.100 guru untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Atas kekurangan ini, perlu dilakukan pemetaan guna menutupi kekurangan.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, mengatakan jumlah guru yang ada saat ini mencapai 11.000 orang dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski jumlahnya cukup tinggi namun masih kekurangan sekitar 10 persen, terutama di sekolah di wilayah selatan yang mengalami kekurangan guru dua sampai empat orang, dimana kekurangan tersebut dipengaruhi beberapa faktor.
"Faktor yang paling tinggi karena banyak yang pensiun, meninggal dunia, atau pindah ke daerah lain, sehingga secara keseluruhan tetap memerlukan tambahan tenaga pendidik dan kependidikan," kata Ruhli, dilansir dari Antara, Selasa (30/6).
Ia mengungkapkan hingga saat ini pengangkatan PNS dan PPPK memerlukan regulasi tertentu, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Bagian Organisasi untuk mengajukan kebutuhan.
Pihaknya meminta seluruh satuan pendidikan untuk memberdayakan pegawai di lingkungan satuan pendidikan karena pengangkatan ASN merupakan kewenangan pusat, sedangkan daerah hanya dapat memetakan dan mengajukan sesuai kebutuhan.
Kekurangan guru saat ini berdampak terhadap optimalisasi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tidak berjalan sebagaimana semestinya, termasuk dalam menjaga kualitas dan mutu satuan pendidikan terganggu.
"Kami tidak dapat mengangkat tenaga honorer, sedangkan di lapangan tenaga pendidik sangat dibutuhkan karena setiap waktu ada yang pensiun, meninggal dunia, dan perpindahan, sehingga ini harus ada solusi dari pemerintah di daerah hingga pusat," kata Ruhli.
Tidak hanya kekurangan tenaga guru yang jumlahnya mencapai seribu lebih, tambah dia, pihaknya juga mengalami kesulitan mengejar target perbaikan seribuan lebih ruang kelas yang rusak karena minim-nya anggaran dari APBD setiap tahunnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022