
Sejumlah pejabat mengikuti upacara peletakan batu pertama JISPP, sebuah sekolah internasional di Phnom Penh, Kamboja, pada 22 September 2026. (Kyodo)
JawaPos.com - Sekolah internasional berbahasa Inggris semakin diminati keluarga kaya di Kamboja yang mencari pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka. Peluang ini turut menarik perusahaan Jepang untuk masuk ke pasar pendidikan dengan menawarkan sistem pembelajaran yang menggabungkan kurikulum internasional dan nilai-nilai pendidikan Jepang.
Dilansir dari Kyodo, Jumat (9/10), lebih dari 80 sekolah internasional telah beroperasi di Phnom Penh, ibu kota Kamboja. Meningkatnya interaksi dengan warga asing membuat kemampuan berbahasa Inggris semakin bernilai di negara yang perekonomiannya sangat bergantung pada investasi asing dan pariwisata.
Salah satu proyek terbaru adalah pembangunan Japan International School Phnom Penh (JISPP). Peletakan batu pertama sekolah tersebut digelar pada September di kawasan pinggiran Phnom Penh yang sedang berkembang dan juga menjadi lokasi pusat perbelanjaan milik perusahaan Jepang.
Perusahaan Wonderfy yang berbasis di Tokyo akan memimpin proyek tersebut dengan nilai investasi sekitar JPY 3 miliar atau setara Rp339 miliar. Pendanaan juga melibatkan perusahaan dari sejumlah negara lain.
JISPP dijadwalkan mulai beroperasi pada musim panas tahun depan. Sekolah tersebut akan menerapkan kurikulum yang mengacu pada International Baccalaureate (IB), program pendidikan yang digunakan di berbagai negara.
Hal yang tidak biasa dari proyek ini adalah rencana pemindahan Japanese School of Phnom Penh ke kampus yang sama. Sekolah tersebut selama ini melayani anak-anak warga Jepang yang tinggal di Kamboja.
Presiden Japanese Association of Cambodia Koji Tezuka mengatakan sekolah Jepang itu saat ini memiliki sekitar 50 siswa. Kondisi bangunan lama yang semakin menua mendorong pengelola memindahkan kegiatan belajar ke kampus baru dengan menyewa ruang di sana.
Mayoritas siswa JISPP diperkirakan berasal dari keluarga Kamboja.
Meski kegiatan belajar kedua sekolah akan berlangsung secara terpisah, Kepala Divisi Sekolah Dasar JISPP Moe Funamizu mengatakan para siswa akan memiliki kesempatan mengikuti kegiatan bersama.
"Kami ingin mereka mengikuti kegiatan klub dan acara sekolah bersama, sekaligus memperkenalkan sejumlah aspek positif pendidikan Jepang, seperti keterlibatan siswa dalam kegiatan bersih-bersih dan makan siang di sekolah," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022