
Ilustrasi mahasiswa universitas negeri, salah satu sasaran utama kebijakan kuliah negeri gratis. (Unair)
JawaPos.com - Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Prof. Tuti Budirahayu menanggapi wacana pembebasan biaya kuliah atau kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dikabarkan telah masuk dalam tahap pembahasan pemerintah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tak terbuai dengan label gratis, melainkan mengkritisi efektivitas dampaknya terhadap pemerataan akses pendidikan. Prof Tuti menilai, kebijakan kuliah gratis sejatinya patut diapresiasi jika ditempatkan sebagai instrumen pemerataan pendidikan untuk merangkul kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
"Gagasan kuliah gratis dapat menjadi instrumen pemerataan yang dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini paling tidak beruntung mengakses pendidikan tinggi," ujar Prof. Tuti, Minggu (11/10).
Kendati demikian, Prof. Tuti menegaskan, menggratiskan biaya kuliah secara menyeluruh tidak serta-merta mampu menghapus akar ketimpangan sosial di dunia pendidikan.
Ia memprediksi, jika diterapkan secara rata tanpa klasifikasi ketat, mahasiswa dari kelompok finansial mampu justru akan menikmati keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa dari keluarga kelas bawah.
Baca Juga:Kuliah Negeri Gratis, Semoga Bukan Prank
"Bisa diprediksi, mahasiswa yang memiliki kemampuan finansial akan lebih diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Sebaliknya, bagi mahasiswa dari keluarga kelas bawah, kondisinya mungkin akan sama saja. Artinya, pendidikan tinggi gratis tidak dapat menyelesaikan persoalan ketimpangan," tegasnya.
Berkaca dari implementasi sekolah gratis di jenjang SD hingga SMA, Prof Tuti menilai biaya operasional di tingkat perguruan tinggi sangat kompleks dan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jumlah mahasiswa hingga biaya hidup.
Oleh karena itu, kebijakan kuliah gratis dikhawatirkan tidak benar-benar dapat membebaskan mahasiswa dari seluruh tanggungan biaya operasional pendidikan.
Guna menanggulangi potensi ketimpangan tersebut, Prof Tuti menawarkan tiga solusi alternatif bagi pemerintah apabila program kuliah gratis benar-benar digulirkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022