
Piala Dunia 2026. (FIFA)
JawaPos.com - Lebih dari 120 organisasi masyarakat sipil bersama kelompok suporter yang berafiliasi dengan liga sepak bola Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan menjelang Piala Dunia 2026. Imbauan itu ditujukan kepada para penggemar, pemain, jurnalis, serta wisatawan yang berencana datang ke Amerika Serikat.
Dalam dokumen yang dipublikasikan pada Kamis (23/4), kelompok itu memperingatkan bahwa individu dari komunitas imigran, kelompok minoritas ras dan etnis, serta komunitas LGBTQ+ dinilai paling rentan terhadap risiko bahaya serius selama berada di Negeri Paman Sam.
Menurut laporan The Athletic, organisasi itu menyerukan agar setiap pengunjung meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan rencana darurat di tengah situasi yang mereka sebut sebagai meningkatnya otoritarianisme dan kekerasan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Peringatan itu didasarkan pada sejumlah temuan, termasuk laporan 48 kematian dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) sejak awal 2025. Selain itu, disebutkan adanya pembatasan masuk bagi pengunjung dari 39 negara, serta peningkatan kehadiran agen ICE di bandara-bandara dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah organisasi besar juga ikut menandatangani surat itu, di antaranya Amnesty International USA, Reporters Without Borders, American Civil Liberties Union (ACLU), serta National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). Selain itu, sekitar 20 kelompok suporter dari liga sepak bola Amerika mencakup organisasi dari 11 kota tuan rumah Piala Dunia juga ikut menandatangani surat itu.
Dalam imbauannya, mereka mengidentifikasi enam risiko utama yang dinilai melanggar kewajiban hak asasi manusia Amerika Serikat, baik secara domestik maupun internasional. Risiko itu meliputi penolakan masuk secara sewenang-wenang, ancaman penahanan atau deportasi, pembatasan perjalanan, pemeriksaan media sosial dan perangkat elektronik secara invasif, penegakan hukum imigrasi yang dinilai diskriminatif, pembatasan kebebasan berpendapat, hingga potensi perlakuan buruk di pusat detensi imigrasi.
Pengunjung juga disarankan untuk mengamankan perangkat elektronik, menghapus data sensitif, menonaktifkan fitur biometrik, serta memberi tahu keluarga atau teman terkait rencana perjalanan mereka ke Amerika.
Direktur program HAM ACLU Jamil Dakwar mengkritik sikap FIFA yang dinilai tidak cukup tegas. “FIFA hanya memberikan janji-janji terkait hak asasi manusia sambil tetap menjalin kedekatan dengan pemerintahan Trump, yang berpotensi menempatkan jutaan orang dalam risiko pelanggaran hak,” kata Dakwar.
Sementara itu, Jennifer Li dari koalisi Dignity 2026 menyoroti belum adanya komitmen publik dari FIFA maupun penyelenggara lokal terkait perlindungan bagi warga dan pengunjung. Menanggapi hal itu, FIFA membantah tudingan tersebut dan menegaskan komitmennya terhadap hak asasi manusia. FIFA menyatakan telah mengembangkan berbagai strategi dan kerangka kerja, termasuk strategi keberlanjutan dan HAM untuk Piala Dunia 2026 serta pembentukan kelompok penasihat independen.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
