Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juni 2026 | 18.10 WIB

Kisruh Perjalanan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Belum Usai, Amir Ghalenoei: Ini Bentuk Ketidakadilan

Pelatih Iran Amir Ghalenoei kembali sampaikan keluhan ke FIFA. (Frederic J. Brown/AFP via Getty Images). - Image

Pelatih Iran Amir Ghalenoei kembali sampaikan keluhan ke FIFA. (Frederic J. Brown/AFP via Getty Images).

JawaPos.com - Pelatih tim nasional Iran Amir Ghalenoei kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang diterima timnya selama gelaran Piala Dunia 2026. Ghalenoei mengklaim bahwa dirinya diabaikan oleh para pelatih dari tim lain, sekaligus mengeluhkan kekacauan perjalanan yang dialami skuad Iran menjelang laga penting fase grup.

Iran tiba di Los Angeles pada Sabtu (20/6) siang waktu setempat untuk menghadapi Belgia dalam laga kedua Grup G yang berlangsung di SoFi Stadium. Namun, perjalanan itu disebut tidak berjalan mulus, bahkan menambah beban mental bagi tim. Ghalenoei menilai timnya tidak mendapatkan perlakuan yang adil dari penyelenggara turnamen.

Sang pelatih menyebut Iran seperti dirampok kesempatan untuk mempersiapkan diri secara optimal akibat berbagai kendala di luar lapangan. “Kami menghadapi banyak tantangan, terutama di luar lapangan. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepada 47 pelatih lainnya, tetapi tidak satu pun yang merespons,” ujar Ghalenoei dikutip dari The Telegraph.

Saat ditanya apakah ia merasakan dukungan dari pelatih tim lain, Ghalenoei dengan tegas menjawab tidak. Ghalenoei juga menyinggung pernyataan pelatih Belgia Rudi Garcia yang menekankan bahwa turnamen ini seharusnya fokus pada sepak bola, bukan politik. “Keluhan kami terkait dengan cara penyelenggara memperlakukan kami. Saya tidak mendapat tanggapan dari pelatih lain. Mungkin mereka sibuk dengan tim masing-masing, tetapi jika saya berada di posisi mereka, saya akan merespons,” tambahnya.

Selain itu, Ghalenoei juga mengungkap kegagalan FIFA dalam mengatasi masalah perjalanan timnya. Ghalenoei menjelaskan bahwa pada Jumat (19/6), pihak FIFA sempat menawarkan kemungkinan penerbangan ke Amerika Serikat pada pukul 18.00 waktu setempat. Namun, rencana itu tidak pernah terealisasi.

“Mereka menelepon saya dan bertanya apakah kami siap jika diberangkatkan pukul 18.00. Saya menyambut baik, tetapi kami hanya menunggu tanpa kepastian. Kami menunggu hingga pukul 19.00 dan akhirnya diberi tahu bahwa itu tidak bisa dilakukan. Hal ini jelas memengaruhi kondisi mental kami, terutama saya sebagai pelatih kepala,” jelasnya.

Meskipun demikian, Ghalenoei tetap mengapresiasi upaya FIFA sekalipun hasilnya belum memuaskan. “Saya tahu FIFA sedang berusaha sebaik mungkin, saya berterima kasih kepada mereka untuk itu, tetapi bukan berarti mereka telah berhasil,” lanjut Ghalenoei.

Di tengah situasi itu, Iran mendapat sedikit kelonggaran setelah pemerintah Amerika Serikat, melalui Satuan Tugas Piala Dunia yang dipimpin Andrew Giuliani, membuka peluang pelonggaran pembatasan perjalanan. Ghalenoei mengungkapkan bahwa timnya akhirnya diberikan izin khusus untuk terbang ke Seattle dua hari lebih awal sebelum laga terakhir fase grup melawan Mesir.

Dalam aturan FIFA, tim hanya diperbolehkan melakukan perjalanan dua hari sebelum pertandingan dalam kondisi luar biasa. Sebelumnya, Belgia juga mendapat izin serupa untuk terbang dari Seattle ke Los Angeles. “Sepertinya sekarang kami diizinkan berangkat lebih awal ke Seattle. Saya berharap kebijakan ini sudah diterapkan sejak dua pertandingan awal, bahkan jika memungkinkan kami datang dua minggu sebelum laga pertama agar bisa berada dalam kondisi terbaik. Kesempatan itu diambil dari kami,” kata Ghalenoei.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore