
Timnas Turki gagal total di Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp memberikan pandangannya mengenai kegagalan Timnas Turki memenuhi ekspektasi pada Piala Dunia 2026.
Menurut Jurgen Klopp, masalah utama bukan terletak pada kurangnya semangat atau keinginan para pemain timnas Turki, melainkan tekanan besar yang sulit mereka kendalikan sepanjang turnamen piala dunia.
Dalam komentarnya, Jurgen Klopp mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Turki. Dia mengatakan, telah mengenal banyak teman asal Turki selama hidupnya dan memahami betapa besar harapan yang dibebankan kepada timnas Turki setiap kali tampil di panggung internasional, terutama piala dunia.
Baca Juga:Carlo Ancelotti Hafalkan Lagu Kebangsaan Brasil, Tunjukkan Totalitas Bersama Timnas Brasil
"Saya tahu betapa besar kegembiraan dan optimisme yang mereka miliki saat memulai turnamen," ujar Klopp.
Pelatih asal Jerman itu menilai Turki sebenarnya memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing. Dari sisi individu maupun kolektif, skuad yang dimiliki dianggap mampu menghadirkan performa yang jauh lebih baik dibanding hasil yang akhirnya mereka raih.
Namun, menurut Klopp, ambisi besar untuk meraih hasil maksimal justru menjadi salah satu faktor yang menghambat permainan tim. Ia menegaskan bahwa keinginan untuk menang bukanlah masalah, tetapi ketika tekanan meningkat secara berlebihan, sebuah tim bisa kehilangan keseimbangan dalam menjalankan rencana permainan.
Baca Juga:Momen Menarik usai Timnas Prancis vs Irak, Zidane Iqbal Diajak Tukar Kaos oleh Ousmane Dembele
Klopp mencontohkan bagaimana sebuah tim harus tetap menjaga struktur permainan, terutama keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Dia menilai Turki terlalu fokus pada upaya mencetak gol sehingga mengabaikan aspek defensif yang seharusnya menjadi fondasi permainan.
"Ketika Anda menginginkan sesuatu dengan sangat kuat, Anda bisa melupakan rencana yang telah disusun sebelumnya," kata Klopp.
Menurut dia, keamanan dalam bertahan justru memberikan kebebasan bagi pemain untuk tampil lebih berani saat menyerang. Ketika keseimbangan itu hilang, tim akan lebih mudah kehilangan kontrol pertandingan dan rentan melakukan kesalahan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
