
Eks pelatih Timnas Uzbekistan Timur Kapadze. (Dok. Timur Kapadze)
JawaPos.com - Keputusan Federasi Sepak Bola Uzbekistan untuk menunjuk Fabio Cannavaro sebagai pelatih kepala tim nasional jelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan publik sepak bola Asia. Pasalnya, keputusan tersebut datang setelah keberhasilan Timur Kapadze membawa timnas Uzbekistan mencatat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Timur Kapadze menjadi sosok penting di balik perjalanan impresif tim berjuluk White Wolves selama fase kualifikasi piala dunia. Di bawah arahannya, timnas Uzbekistan tampil konsisten dan mampu bersaing dengan sejumlah kekuatan besar Asia.
Sepanjang masa kepemimpinan Timur Kapadze, timnas Uzbekistan mencatatkan 12 pertandingan dengan raihan tujuh kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Catatan tersebut menghasilkan persentase kemenangan sebesar 58,3 persen, termasuk empat kemenangan penting pada Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.
Baca Juga:Setelah Rekrut Syahrul Trisna, Arema FC Resmi Pertahankan Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu
Keberhasilan tersebut membuat banyak pihak menilai Kapadze layak mendapatkan kesempatan memimpin Uzbekistan di panggung terbesar sepak bola dunia. Namun, federasi mengambil keputusan berbeda dengan menunjuk Cannavaro yang memiliki pengalaman lebih panjang di level internasional dan nama besar sebagai mantan pemain dunia.
Dalam struktur kepelatihan yang baru, Kapadze sebenarnya ditawarkan peran sebagai asisten pelatih. Namun, dia memilih mundur dan tidak melanjutkan kerja sama bersama tim nasional Uzbekistan.
Keputusan itu memunculkan beragam tanggapan dari pendukung sepak bola Uzbekistan. Sebagian menilai federasi berhak menentukan arah tim menjelang turnamen besar, sementara sebagian lainnya merasa Kapadze pantas mendapatkan kepercayaan penuh setelah berhasil membangun fondasi permainan dan membawa tim mencapai target bersejarah.
Baca Juga:Persija Gandeng Adidas, Ini Bocoran Desain dan Harga Jersey Baru untuk Super League Musim 2026/2027
Salah satu alasan yang sering menjadi perbincangan adalah faktor chemistry. Kapadze dianggap telah mengenal karakter para pemain secara mendalam karena terlibat langsung dalam proses pembentukan tim sejak awal.
Di sisi lain, Cannavaro datang ketika kerangka tim sudah terbentuk sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan para pemain dan lingkungan baru. Meski demikian, penunjukan Cannavaro tetap menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu memberikan pengalaman tambahan bagi Uzbekistan saat menghadapi lawan-lawan elite dunia di Piala Dunia mendatang.
Terlepas dari berbagai perdebatan yang muncul, nama Timur Kapadze dipastikan akan tetap mendapat tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Uzbekistan. Dia adalah sosok yang membuka jalan bagi generasi emas negaranya untuk tampil di ajang paling bergengsi di dunia.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
