
Kapten timnas Jerman Joshua Kimmich menolak menjadikan keputusan VAR sebagai alasan tersingkirnya Der Panzer dari Piala Dunia 2026. (ig @joshua.kimmich)
JawaPos.com - Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan lebih cepat di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis dari Paraguay melalui adu penalti di babak 32 besar. Meski gol Jonathan Tah di babak tambahan waktu sempat dianulir VAR dan memicu kontroversi, kapten Joshua Kimmich menegaskan timnya tidak pantas menyalahkan keputusan tersebut.
Paraguay, yang lolos ke fase gugur piala dunia sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, berhasil menyingkirkan timnas Jerman dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga adu penalti. Banyak pihak menilai sundulan Jonathan Tah yang dianulir VAR seharusnya disahkan. Namun bagi Joshua Kimmich, kegagalan Jerman bukan disebabkan wasit.
Melansir NDTV, berbicara kepada media usai pertandingan, gelandang Bayern Munchen itu mengatakan, kualitas timnas Jerman seharusnya cukup untuk mengalahkan Paraguay di piala dunia tanpa harus bergantung pada keputusan VAR. "Ya, saya harap tentu saja saya harap tidak," ucap Joshua Kimmich.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kimmich ditanya apakah kekalahan ini bisa memicu pengunduran diri pelatih Julian Nagelsmann. Dia menambahkan para pemain harus bertanggung jawab atas hasil tersebut.
"Pada akhirnya, kami adalah para pemain di lapangan, dan kami harus memiliki aspirasi dan kualitas untuk dapat mengalahkan lawan seperti Paraguay. Dengan segala hormat, tetapi Anda menyebutkannya. Saya tidak tahu apakah tim peringkat ketiga terburuk telah lolos, tetapi kita harus menuntut diri kita sendiri untuk memenangkan pertandingan itu," tandas Joshua Kimmich.
Kimmich juga menolak menjadikan keputusan VAR maupun adu penalti sebagai kambing hitam atas kegagalan Jerman. Menurut dia, tim seharusnya sudah memastikan kemenangan selama 120 menit pertandingan berlangsung.
Baca Juga:Hajime Moriyasu Yakin Jepang Dekati Level Tim Elite meski Kalah dari Brasil di Piala Dunia
"Tidak ada yang boleh menyalahkan wasit atau adu penalti hari ini. Jika Anda tidak mampu menang selama 120 menit, maka Anda pantas tersingkir. Anda tidak bisa bergantung pada keberuntungan melawan lawan seperti itu; Anda harus memiliki kualitas dalam tim untuk mengalahkan mereka dengan bersih," ungkap Joshua Kimmich.
Kimmich mengakui kegagalan kali ini menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam karirnya. Empat tahun lalu, dia pernah menyebut tersingkir di fase grup Piala Dunia sebagai hari tersulit dalam hidupnya sebagai pesepak bola. Kini, kekalahan dari Paraguay memberikan rasa kecewa yang sama besarnya.
"Mengerikan. Rasanya tidak enak," kata Joshua Kimmich.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022