
Gelandang timnas Portugal Vitinha. (Dok. Vitinha)
JawaPos.com - Vitinha meminta Portugal mengutamakan permainan kolektif saat menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Gelandang PSG itu menilai kerja sama tim menjadi kunci untuk meredam kekuatan Luka Modric dan membawa Selecao das Quinas lolos ke babak berikutnya.
Lini tengah Kroasia menjadi perhatian Vitinha karena diperkuat Luka Modric, pemain yang selama ini menjadi panutannya. Meski demikian, gelandang Paris Saint-Germain itu menegaskan Portugal harus lebih fokus meningkatkan performa sebagai sebuah tim.
"Mereka memiliki lini tengah yang hebat dan tim yang hebat. Luka Modric adalah panutan bagi saya. Saya sudah sering mengatakan itu. Tapi saya pikir peningkatan harus dilakukan secara kolektif. Kami memiliki banyak aspek yang perlu ditingkatkan, kami tahu apa itu dan kami akan mencoba memperbaikinya di pertandingan berikutnya. Itulah yang harus kami fokuskan," ujar Vitinha dalam konferensi pers jelang pertandingan, seperti dikutip dari Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Kamis (2/7).
Menurut Vitinha, performa individu akan lebih mudah menonjol apabila permainan tim berjalan baik. Karena itu, Portugal harus memperbaiki keseimbangan saat bertahan maupun menyerang.
"Wajar jika performa buruk terjadi ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana secara kolektif. Tidak ada individu yang dapat menahan hal itu. Ketika kami bermain bagus secara kolektif, selalu ada talenta individu yang menonjol. Kami akan mencoba meningkatkan dinamika pertahanan dan serangan kami," katanya.
Pemain berusia 26 tahun itu menilai permainan kolektif dan kualitas individu merupakan dua hal yang saling melengkapi.
"Kami adalah pihak yang paling ingin bermain bagus dan meraih kemenangan. Saya berharap dan akan melakukan segala yang saya bisa untuk meningkatkan level permainan saya sekaligus level tim. Tidak mungkin memisahkan individu dari kolektif. Saya berharap permainan kolektif berjalan baik sehingga bakat individu dapat bersinar. Semoga bakat individu saling mendukung untuk membuat kolektif bekerja dengan baik," ucapnya.
Baca Juga:Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Lamine Yamal Siap Main 90 Menit di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Laga melawan Kroasia juga bertepatan dengan satu tahun wafatnya Diogo Jota. Vitinha mengatakan Portugal memiliki motivasi tambahan untuk meraih kemenangan, termasuk memberikan penghormatan kepada mendiang Jota dan Cristiano Ronaldo.
"Kami juga bermain untuknya. Kami punya banyak alasan untuk ambisius dan ingin menang. Kami ingin lolos ke babak berikutnya demi keluarga, teman, dan negara kami. Tapi juga untuk Diogo Jota dan, tentu saja, untuk Cristiano. Kami akan lebih dekat untuk lolos jika bermain bagus dan melangkah maju secara kolektif," tutup Vitinha.
Portugal dan Kroasia sudah menyiapkan pemain terbaiknya. Berikut ini susunan pemain terbaik kedua tim yang dilansir Fotmob.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
