Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 November 2024 | 02.41 WIB

Rapat dengan Telkom Indonesia, DPR: Era Presiden Prabowo Pentingnya Pemangkasan Birokasi

Rapat kerja Komisi VI DPR dengan Telkom Indonesia. (Istimewa) - Image

Rapat kerja Komisi VI DPR dengan Telkom Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian mengapresiasi capaian Telkom Indonesia. Progres kerja perusahaan pelat merah itu bahkan dinilai dijalankan dengan penuh optimisme.

Ini disampaikan Kawendra dalam rapat kerja Komisi VI DPR dengan Telkom Indonesia. Rapat beragendakan perkenalan mitra kerja, evaluasi kinerja tahun 2024, hingga rencana kerja korporasi untuk tahun 2025.

"Pertama saya ingin apresiasi apa yang menjadi capaian Telkomsel, kita bisa lihat bahwa ada progres yang dijalankan dengan penuh optimisme. Kita apresiasi tentunya itu," kata Kawendra dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/11).

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu berharap kerja Telkom Indonesia tidak hanya sebatas pada optimisme saja. Dia ingin Telkom Indonesia menjalankan peta kerja atau roadmap yang sudah disiapkan dengan lebih konkret agar capaian perusahaannya bisa optimal.

"Cuma memang, di era sekarang ini bukan cuma sebatas kita punya optimisme untuk bergerak, ada tantangan yang harus kita hadapi," katanya.

Kawendra juga mengacungi jempol paparan Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah dalam rapat. Menurutnya, pencapian hingga roadmap perusahaan dipaparkan dengan detail.

Namun, Kawendra memberi catatan terkait peningkatan teknologi hingga adaptasi berkelanjutan dari Telkom Indonesia. Apalagi, kata dia, era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya pemangkasan birokrasi yang bertele-tele.

Dia mencontohkan pendistribusian pupuk yang dipangkas atau tidak lagi diperlukan persetujuan Kepala Daerah. Tujuannya, memotong berbagai celah agar pupuk bisa terdistribusi lebih optimal.

"Bahwa di era Pak Prabowo ini kita konsentrasi di hilirisasi, bahkan hari ini kalau teman-teman melihat berita pendistribusian pupuk itu sudah dipangkas tidak lagi perlu approval dari kepala daerah ini untuk memangkas berbagai celah supaya bisa lebih optimal," kata Kawendra.

Hal senada disampaikan anggota Komisi VI Herman Khaeron. Dia mengapresiasi naiknya pendapatan Telkom Indonesia untuk tahun ini.

"Atas hasil laporan tersebut, saya akan mencoba menyebutkan tentu memberikan apresiasi atas naiknya pendapatan dari Rp112,21 triliun yang sebelumnya tahun lalu Rp111,23 triliun atau naik 0,80 persen," kata Herman dalam rapat yang sama.

Legislator Partai Demokrat itu juga memberi catatan kecil bagi Telkom Indonesia. Dia mendorong Ririek Adriansyah selaku pucuk pimpinan Telkom Indonesia menyiapkan langkah-langkah konkret dalam mendobrak nilai saham dari perusahaannya yang stagnan.

"Harga saham sekarang relatif stagnan saya kira itu juga mohon apa cara Pak Dirut untuk bisa mendobrak kembali supaya saham kembali kepada nilai harapan," kata dia.

Herman menekankan Komisi VI DPR mendukung penuh langkah-langkah Telkom Indonesia dalam mengembalikan kepercayaan publik. Dia memastikan pihaknya berada di garis terdepan mendukung perusahaan milik pemerintah tersebut.

"Kami di Komisi VI tentu mendukung penuh terhadap langkah-langkah korporasi yang dilakukan Telkom supaya bisa mengembalikan kepercayaan publik. Kami juga mengumumkan kepada publik bahwa kami DPR mendukung penuh Telkom," tegasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore