
Menhut Raja Juli Antoni dalam peringatan Kwibuka ke-32 di Jakarta. Dia memuji keberhasilan Rwanda dalam melakukan konservasi gorila. (Kemenhut)
JawaPos.com - Dalam peringatan Kwibuka ke-32 di Jakarta, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memuji keberhasilan Rwanda dalam melakukan konservasi gorila. Tidak hanya menjadi sampel keberhasilan konservasi satwa, Raja Juli menyampaikan bahwa langkah itu juga mendongkrak devisa salah satu negara di kawasan Afrika Tengah tersebut.
Konservasi gorila dilakukan oleh Rwanda di Taman Nasional Volcanoes. Menurut Raja Juli, langkah tersebut adalah model global dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui kebijakan yang konsisten dan komitmen perlindungan kawasan yang kuat. Tidak heran, keberhasilan itu berdampak luas sampai ikut meningkatkan devisa bagi Rwanda.
”Melalui kebijakan konservasi yang konsisten serta keterlibatan aktif masyarakat lokal, populasi gorila meningkat signifikan dan menjadi ikon keberhasilan konservasi dunia. Hal itu menunjukkan bahwa konservasi dan pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan,” kata dia dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (8/4).
Raja Juli menyatakan bahwa tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan kawasan konservasi sangat penting. Pendekatan jasa ekosistem juga dinilai menjadi kunci keberhasilan Rwanda. Dia menyebut, hutan tidak hanya dipandang sebagai kawasan lindung, melainkan juga sebagai penyedia manfaat nyata seperti air, penyerap karbon, dan sumber penghidupan masyarakat.
Baca Juga:Gencatan Senjata Baru Seumur Jagung: Negara Teluk Diserang Drone dan Rudal di Tengah Jeda AS-Iran
”Dengan pendekatan itu, konservasi menjadi relevan secara ekologis sekaligus bernilai secara ekonomi. Taman nasional tidak lagi dipandang sebagai pembatas ruang hidup, melainkan sebagai sumber kesejahteraan bersama,” terang dia.
Menurut Raja Juli keberhasilan Rwanda dalam bidang konservasi lingkungan adalah sumber inspirasi penting bagi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Sejak terjadinya genosida terhadap etnis Tutsi di Rwanda pada 1994 hingga sampai pada peringatan ke-32 tahun ini, negara tersebut terus memulihkan diri dan melangsungkan pembangunan berkelanjutan.
”Perjalanan luar biasa Rwanda dalam pemulihan tidak hanya tercermin pada masyarakatnya, tetapi juga pada komitmen kuatnya terhadap pengelolaan lingkungan,” imbuhnya.
Sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, Raja Juli tidak datang sendirian ke acara peringatan Kwibuka ke-32. Turut hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Rwanda Sheikh Abdul Karim Harelimana, Ketua Korps Diplomatik Afrika yang juga Duta Besar Tanzania Macocha Moshe Tembele, dam penyintas genosida 1994 Liliane Murangwayire.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
