Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 21.29 WIB

Sejarah KOSGORO 1957: Didirikan Eks-PETA, Kini Dorong Ekonomi Digital dan UMKM Rakyat

Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dan KOSGORO adalah dua entitas sejarah yang erat kaitannya karena didirikan oleh Mas Isman. (KOSGORO) - Image

Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dan KOSGORO adalah dua entitas sejarah yang erat kaitannya karena didirikan oleh Mas Isman. (KOSGORO)

 
JawaPos.com
- Pada 10 November 1957, Mas Isman bersama para veteran eks-PETA mendirikan KOSGORO 1957. Organisasi ini lahir sebagai jawaban atas kemiskinan, ketimpangan, dan lemahnya daya organisasi rakyat pascakemerdekaan.

Indonesia yang baru merdeka terus diguncang dinamika politik dan gejolak ideologi. Situasi itu menuntut hadirnya kekuatan pemersatu yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat.

Dari kebutuhan itulah lahir Sekretariat Bersama Golongan Karya, atau Sekber Golkar. KOSGORO menjadi salah satu organisasi induk pendirinya, dengan posisi yang strategis sejak awal.

Jika Golkar diibaratkan pohon besar, KOSGORO 1957 adalah salah satu akar utamanya. Dari sana tumbuh semangat gotong royong, pengabdian, dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Para pendirinya meyakini bahwa perjuangan dibuktikan lewat hasil nyata, bukan retorika. Politik, bagi mereka, adalah instrumen pembangunan — bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Ketua DPP Golkar sekaligus Ketua PPK KOSGORO 1957, La Ode Safiul Akbar, menegaskan bahwa masa depan organisasi tidak bisa dibangun hanya dengan romantisme sejarah. Dibutuhkan keberanian untuk melakukan pembaruan.

“Kita membutuhkan kader yang tidak hanya pandai berbicara tentang masa lalu, tapi mengelola masa kini dan mempersiapkan masa depan,” ujar La Ode. “Kader yang melihat organisasi bukan sebagai kendaraan pribadi, melainkan instrumen pengabdian.”

KOSGORO 1957, kata La Ode, harus merambah sektor koperasi modern, ekonomi digital, UMKM berbasis teknologi, hingga industri kreatif. Gotong royong di era ini harus diterjemahkan menjadi kolaborasi ekonomi dan inovasi, bukan sekadar kebersamaan sosial.

Memahami sejarah Golkar berarti memahami warisan KOSGORO 1957. Nilai dasarnya tetap relevan: pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas sebagai fondasi Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Mau disesuaikan tonenya atau ada bagian yang perlu ditambah angle-nya?

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore