Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 02.18 WIB

Luhut Laporkan Survei DEN soal Program MBG ke Presiden Prabowo, Begini Hasilnya

Luhut Binsar Pandjaitan. (JawaPos.com) - Image

Luhut Binsar Pandjaitan. (JawaPos.com)

JawaPos.com – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei independen mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei tersebut menunjukkan program MBG tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga mendorong tumbuhnya rantai pasok baru yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan survei dilakukan secara profesional untuk menjaga kredibilitas lembaga yang dipimpinnya.

“Baru saja kami dipanggil oleh Presiden. Saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan Makan Bergizi. Kami lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden tadi,” kata Luhut kepada wartawan di Istana, Jakarta, Selasa (9/6).

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan survei dilakukan secara independen dan dibiayai sendiri oleh DEN. Survei tersebut mengambil sampel secara acak di 800 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Nias Selatan, Halmahera hingga Papua.

Menurut Seto, salah satu temuan utama adalah tingginya keterlibatan UMKM lokal dalam mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9% dari SPPG yang ada saat ini itu paling tidak memiliki satu supplier kecil. Jadi ini adalah UMKM yang memang ada di dekat lokasi dari SPPG tersebut. Kalau dihitung secara rata-rata, ada tiga UMKM yang digandeng oleh SPPG ini,” ujarnya.

Temuan tersebut, lanjut Seto, menunjukkan bahwa program MBG turut menciptakan ekosistem rantai pasok baru di tingkat daerah.

Selain itu, sekitar 64-65 persen UMKM pemasok berada di kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG. Kondisi ini dinilai memperlihatkan bahwa manfaat ekonomi program lebih banyak dirasakan pelaku usaha setempat dibanding pemasok berskala besar dari luar daerah.

“Jadi ini juga penting bahwa ini bukanlah supplier besar yang masuk, tapi UMKM-UMKM yang muncul itu memang UMKM yang ada di dalam kabupaten atau lokasi di mana SPPG tersebut berada,” katanya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore