
ILUSTRASI: Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin (1/6). (Setpres)
JawaPos.com - Partai Gerindra menegaskan bahwa hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saling melengkapi satu sama lain, dan meminta berbagai pihak untuk tidak mendramatisir hubungan Prabowo-Gibran.
Ketua DPP Gerindra Bambang Haryadi menyampaikan hal itu guna merespons isu soal posisi duduk Gibran yang tak bersebelahan dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu. Menurut dia, hal itu hanya kebutuhan teknis saja dan hubungan keduanya baik-baik saja.
"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang di Jakarta, Rabu (22/7).
Menurut dia, Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja. Dia mencontohkan Gibran yang kerap berkeliling daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengecek program pemerintah untuk mewakili Presiden.
"Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," kata dia.
Oleh karena itu, dia meminta agar publik tidak terlalu berspekulasi terhadap hubungan Prabowo dan Gibran. Dia menegaskan keduanya saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan.
"Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan memframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," ujar Sekretaris Fraksi Gerindra DPR itu.
Baca Juga:Ho Chi Minh City Rekrut Lenn-Minh Quang Tran, Eks Timnas Belgia U17 Siap Bela Timnas Vietnam
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak duduk berdampingan pada saat Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Senin (20/7), semata-mata disebabkan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.
Prasetyo mengatakan pengaturan tempat duduk tersebut berkaitan dengan kebutuhan Presiden Prabowo dalam menyampaikan pemaparan yang didukung berbagai data dan penggunaan alat bantu teleprompter selama sidang berlangsung.
"Karena beliau (Presiden Prabowo) ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
