
ILUSTRASI: Petugas menunjukan barang bukti terkait OTT KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam OTT tersebut, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama sejumlah pihak lainnya turut diamankan.
Habib Syarief menilai langkah KPK menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kami mendukung penuh langkah KPK. Ini momentum untuk benar-benar bersih-bersih dunia pendidikan dari praktik korupsi. Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang bersih dari praktik-praktik semacam ini,” kata Habib Syarief kepada wartawan, Jumat (21/8).
Baca Juga:Ramalan Zodiak Keuangan Pisces Jumat 21 Agustus 2026, Investasi Properti Jangan Terburu-buru
Menurutnya, perguruan tinggi mempunyai peran besar dalam membentuk karakter sekaligus menentukan masa depan generasi bangsa. Kampus, kata dia, tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat mendapatkan pendidikan dan gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun integritas, idealisme, tanggung jawab, serta nilai-nilai keilmuan.
“Perguruan tinggi adalah tempat menanamkan nilai-nilai kebaikan, ilmu pengetahuan dan idealisme. Karena itu sangat ironis apabila justru menjadi tempat tumbuhnya praktik kotor korupsi,” tegasnya.
Dia juga menyoroti dugaan praktik korupsi yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan secara adil.
Proses penerimaan mahasiswa baru, lanjutnya, harus dijalankan dengan prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, serta bebas dari kepentingan transaksional. Sistem yang sehat diperlukan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi tidak bergantung pada kemampuan finansial ataupun hubungan personal.
“Jangan sampai akses pendidikan tinggi ditentukan oleh kemampuan membayar atau kedekatan dengan pihak tertentu. Setiap calon mahasiswa harus mendapatkan kesempatan yang adil berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Habib Syarief mendorong KPK mengusut perkara tersebut secara menyeluruh. Ia meminta proses hukum tidak hanya berhenti pada pihak yang telah diamankan dalam OTT, melainkan menelusuri seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
“Silakan KPK mengusut sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Jangan ada tebang pilih. Tetapi kita juga harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dalam proses hukumnya,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022