
Barcelona dipayungi tradisi dominasi klub Spanyol di perempat final kerap berlanjut di semifinal
JawaPos.com - Dominasi klub Spanyol di pentas Liga Champions seolah sulit dihentikan. Sejak 2012-2013 atau dalam 5 musim terakhir secara beruntun, wakil-wakil Spanyol di perempat final tercatat selalu paling banyak dari wakil negara lain. Hebatnya, ketika klub-klub Spanyol selalu dominan di perempat final, selalu ada yang melenggang mulus ke semifinal.
Pertanyaannya, adakah yang bisa menghentikan dominasi mereka? Rasanya sulit karena ketika ada banyak klub Spanyol di perempat final, itu seolah menjadi jaminan wakil Spanyol berada di semifinal.
Seperti diketahui, di Liga Champions musim ini, ada 3 klub Spanyol yang berada di perempat final. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibanding negara lain. Mereka adalah Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid. Disusul Jerman 2 klub (Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund), dan masing-masing 1 klub yakni Inggris (Leicester City), Prancis (AS Monaco), Italia (Juventus).
Hebatnya, dalam undian perempat final yang dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (17/3) sore WIB, ketiga klub Spanyol tak ada yang saling bentrok dini. Ini menjadi sinyal bahwa dominasi mereka bisa berlanjut hingga semifinal.
Madrid ditautkan bersua Bayern, Barcelona bertemu Juventus, dan Atletico menghadapi tim debutan di Liga Champions, Leicester City. Semua memang menemui lawan berat. Sekilas Atletico bisa dibilang paling nyaman karena "hanya" berhadapan dengan Leicester.
Hanya saja, juara Premier League 2015-2016 tersebut tak boleh dipandang remeh. Paket kejutan yang mereka bawa benar-benar mengejutkan. Terpuruk di liga lokal, mereka garang di ajang ini. Siapa sangka mereka berhasil menyingkirkan Sevilla di babak 16-besar. Andai Atletico memandang sebelah mata, mereka bisa senasib dengan Sevilla.
Sejarah pertemuan memihak ke Atletico. Dalam empat kesempatan saling berhadapan, mereka meraih 3 kemenangan dan sekali seri saat melawan Leicester. Artinya, peluang besar bagi Atletico bisa melangkah ke semifinal.
Madrid bisa jadi paling apes. Mereka harus berhadapan dengan Bayern yang notabene dilatih oleh mantan juru racik mereka, Carlo Ancelotti. Namun, hal tersebut tak membuat pelatih Zinedine Zidane ciut. Apa yang mendasari? Tentu saja keberhasilan mereka bisa menembus semifinal dalam empat musim secara beruntun sebelumnya yakni 2012-2013, 2013-2014, 2014-2015, dan 2015-2016.
Bahkan, Los Merengues, julukan Madrid, mampu mengakhirinya dengan gelar juara pada 2013-2014 dan 2015-2016.
"Undian yang berat, tapi sangat spesial. Kami akan bertemu Ancelotti sebagai mentor saya di sini. Saya belajar banyak dari dia saat menjadi asistennya di Madrid. Laga pasti tak mudah, tapi kami senang bertemu klub sekelas Bayern," sebut Zidane seperti dilansir Uefa.com.
Imbuhnya, "Pertemuan terakhir kami dengan Bayern terjadi di semifinal 2013-2014. Kami lolos ke final dan berhasil juara. Ini yang membuat kami begitu antusias untuk kembali melanjutkan tren apik tersebut".
Berdasar rekor pertemuan, Madrid memang di bawah Bayern dalam hal kemenangan. Total, keduanya telah bersua 22 kali dengan 11 kemenangan untuk Bayern dan 9 untuk Madrid. Dua laga lain berakhir imbang.
Akan tetapi, pertemuan terakhir di semifinal 2013-2014 membuat Madrid begitu percaya diri. Kala itu dalam dua leg, Madrid selalu menang yakni 1-0 dan 4-0. Selain itu, khusus di perempat final, Madrid dan Bayern sudah dua kali berhadapan. Itu pada 1987-1988 dan 2001-2002. Hasilnya, Madrid selalu melaju ke semifinal.
Bagaimana dengan Barcelona? Keberhasilan melakoni comeback gemilang saat bersua Paris Saint-Germain di babak 16-besar jelas memunculkan optimisme yang tinggi. Terlebih, Juventus adalah lawan yang mereka kalahkan di final Liga Champions 2014-2015.
Berdasar hal itu, rasanya kans wakil Spanyol berada di semifinal sangat besar. Belum lagi tradisi yang berlangsung sejak 2012-2013. Ketika wakil Spanyol mendominasi perempat final, selalu ada yang lolos ke semifinal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
