
Liga Singapura terancam tak digelar karena masalah keuangan.
JawaPos.com - Singapore League (SLeague) terancam tak digelar tahun 2018. Hal ini karena berbagai masalah yang muncul, seperti soal keuangan.
Mulai musim depan kabarnya SLeague tak lagi mendapatkan suntikan dana berlimpah dari Tote Board, sponsor liga. Biasanya mereka diberikan dana 16 juta dolar AS, tapi mulai musim depan hanya setengahnya.
Hal ini jelas mendapat banyak tentangan. Salah satunya dari mantan bos Tampines Rovers, Krishna Ramachandra.
"Jika kami hentikan liga, ini seperti jalan mundur. Kalian semua justru kehilangan momentum dan akan membutuhkan usaha besar untuk mewujudkannya lagi," ungkap Krishna dikutip dari ESPNFC.
Sejauh ini PSSI-nya Singapura (FAS) masih belum berani memastikan berjalannya liga musim depan. Ada kabar bahwa ada percobaan setengah musim sambil melihat kemungkinan yang terjadi untuk cari dukungan komersial lagi.
"Menghentikan liga akan memiliki dampak besar kelangsungan sepak bola Singapura ke depan. Ada mata pencaharian yang dipertaruhkan di sini," papar dia.
"Menurut saya, liga harus terus berlanjut apapun bentuknya. Sebab, banyak hal yang dipertaruhkan di sini," tandas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022