Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juli 2018 | 20.35 WIB

Semifinalis Semua dari Eropa, Deja Vu Piala Dunia 2006

Inggris menghadapi Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 - Image

Inggris menghadapi Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018

JawaPos.com - Piala Dunia beraroma Piala Eropa. Itu judul kaver yang dipilih harian Spanyol, As. Judul itu menggambarkan keperkasaan wakil-wakil Eropa di Piala Dunia 2018. Sebab, tak ada satu pun wakil Amerika Latin yang tersisa di fase semifinal. Semifinalis diisi negara-negara dari Benua Biru.


Uruguay dan Brasil tercelat di perempat final. Mereka tak mampu membendung keganasan wakil Eropa yang memang punya motivasi lebih bermain di 'tanahnya'.


Semifinal tanpa wakil Amerika Latin ini mengulang kejadian di Piala Dunia 2006. Ketika itu, Argentina dan Brasil yang tampil di perempat final, gagal melaju ke fase berikutnya. Argentina disingkirkan Jerman lewat adu penalti, sementara itu Brasil kalah 0-1 dari Prancis. Semifinalis diisi tim dari Benua Biru yakni Jerman, Italia, Portugal, dan Prancis. Sejak 2006 itu pula, trofi Piala Dunia tak pernah mampir ke Benua Amerika.


Ada apa dengan wakil-wakil Amerika Selatan? "'Malam yang menyakitkan, ini sama seperti empat tahun lalu (dikalahkan Jerman 1-7 di semifinal Piala Dunia 2014). Malam yang cukup mengerikan, tereliminasi tapi kami tak tahu kenapa," ungkap bek Brasil Marcelo, dikutip Globo Esporte.


Joao Miranda dkk sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Total, Brasil melepaskan 26 kali tembakan. Tapi, hanya satu yang berbuah gol lewat Renato Augusto (76'). Sebaliknya, Belgia hanya melepaskan delapan tembakan. Namun, dua di antaranya berbuah gol kemenangan melalui bunuh diri Fernandinho (13') dan tembakan keras Kevin de Bruyne melalui skema serangan balik pada menit ke-31.



Situasi yang nyaris sama dengan Uruguay. Mereka terlalu tergantung dengan duet Edinson Cavani-Luis Suarez. Karenanya, begitu salah satu di antaranya absen, langsung berdampak pada ketajaman Diego Godin dkk.


Argentina pun sama saja. Mereka masih sangat bergantung pada sosok Lionel Messi. Begitu pula Kolombia yang masih rindu dengan sentuhan-sentuhan James Rodriguez. Beda dengan negara-negara Eropa yang lebih dinamis. Baik dari sisi pemain, ataupun taktik.


"Sepak bola memang seperti ini. Sepak bola kerap berakhir tidak adil," keluh Tite seperti dikutip Terra. "Kekecewaan ini yang akan jadi modal kami untuk makin berkembang ke depan," lanjut Tite. "Kami (negara-negara Amerika Latin) tetap berada di level terbaik kami," klaim Luis Suarez.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore