Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 10.57 WIB

Dramatis, Sevilla adalah Juara Liga Europa 2020

Sevilla - Image

Sevilla

JawaPos.com-Sevilla menjadi juara Liga Europa 2020. Pada final di RheinEnergieStadion, Cologne, dini hari ini WIB (22/8), Sevilla mengalahkan Inter Milan dengan skor 3-2.

Gelar ini adalah keenam bagi Sevilla, menjadikan tim asal Spanyol tersebut sebagai klub tersukses di Liga Europa. Dalam kali enam final, Sevilla sama sekali tidak pernah terkalahkan.

Babak pertama berlangsung sangat menarik dengan skor 2-2.

Pada menit ke-65, Inter mendapatkan peluang emas. Romelu Lukaku berhasil lolos dari jebakan offside. Namun, tendangannya masih bisa ditahan kiper Sevilla Yassine Bounou alias Bono. Padahal posisi mereka sudah saling berhadapan.

Sevilla mengunci kemenangan pada menit ke-74. Sebuah bicycle kick dari bek tengah Diego Campos mengenai kaki Lukaku. Apes bagi Inter, bola mantul tersebut malah masuk ke gawang Samir Handanovic.

Inter kembali mendapatkan peluang emas, enam menit sebelum babak kedua waktu normal berakhir. Namun, sontekan Alexis Sanchez pada menit ke-82 ke gawang kosong, berhasil ditahan oleh bek Sevilla Jules Kounde.

Photo

Alexis Sanchez gagal mencetak gol jelang akhir pertandingan. (Ina Fassbender / POOL / AFP)

Inter sendiri menggebrak dan agresif pada awal pertandingan. Pada menit ke-4, Inter sudah mendapatkan penalti. Pelanggaran yang dilakukan bek tengah Sevilla Diego Carlos kepada Lukaku, membuat wasit Danny Makkelie menunjuk titik putih.

Lukaku yang maju sebagai eksekutor, melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Dia menceploskan bola ke pojok kanan bawah gawang Sevilla. Walaupun kiper Sevilla Bono mampu membaca tendangan Lukaku, namun laju bola yang terlalu deras, membuat Inter unggul dengan skor 1-0.

Dengan golnya tersebut, Lukaku menyamai rekor salah satu legenda terbesar Inter Ronaldo. Mereka sama-sama mencetak 34 gol pada musim debutnya. Ini adalah gol ke-11 Lukaku secara beruntun pada ajang Eropa musim ini.

Inter Milan

Romelu Lukaku (kiri) merayakan gol yang dia cetak bersama Danilo D'Ambrosio. (Lars Baron / POOL / AFP).

Keunggulan satu gol, membuat Inter jsutru terlihat gugup. Sevilla justru tampil lebih agresif, bangkit, mencetak dua gol, dan berbalik unggul.

Striker Belanda Luuk de Jong berhasil mencetak dua gol pada menit ke-12 dan 33. Semuanya melalui tandukan. Gol pertama De Jong adalah hasil assist dari Jesus Navas. Sedangkan yang kedua lahir dari umpan mantan gelandang Inter Ever Banega.

Tetapi hanya dua menit Sevilla memimpin, Inter mampu menyamakan kedudukan. Tandukan bek tengah berusia 34 tahun asal Uruguay Diego Godin, hasil assist Marcelo Brozovic membuat skor sama kuat 2-2.

Pada babak pertama ini, Sevilla unggul dalam penguasaan bola yakni 62 persen dibandingkan 38 persen milik Inter. Sevilla menciptakan lima tendangan ke arah gawang. Sedangkan Inter mengkreasi dua sepakan mengarah ke gawang.

Secara total, Inter unggul dalam penguasaan bola dalam posisi 53 persen dibanding 47 persen. Namun, dalam hal tendangan ke arah gawang, Sevilla unggul tipis dalam posisi 6-5.

Hasil ini gagal mengulang kesuksesan Inter yang menjadi juara Piala UEFA 1997-1998. Saat itu, Inter mengalahkan Lazio di final dengan skor 3-0.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore