Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 20.44 WIB

Maradona Sebut Ricardo Bochini Sebagai Idola Sepak Bola

Diego Maradona mencium tangan Ricardo Bochini. (Foto/Wikipedia) - Image

Diego Maradona mencium tangan Ricardo Bochini. (Foto/Wikipedia)

JawaPos.com-Diego Maradona adalah salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa. Dia memenangkan sembilan trofi di liga domestik untuk Boca Juniors, Barcelona, ​​dan Napoli, serta menikmati kesuksesan di kancah internasional untuk Argentina.

Pesepak bola berjuluk El Pibe de Oro menjadi kapten negaranya menuju kejayaan Piala Dunia 1986, mengalahkan Jerman Barat di final. Penampilan Maradona sepanjang turnamen ini tetap menjadi salah satu permainan fenomenal dan ikonik dalam sejarah ajang Piala Dunia.

Gelandang serang enerjik ini memiliki awal karir yang sederhana, dengan melakukan debut profesionalnya untuk Argentinos Juniors pada 1976 sebelum menandatangani kontrak dengan Boca Juniors pada 1981 yang melambungkan namanya di sepak bola Eropa.

Dalam otobiografi Maradona pada 2004 El Diego, dia mengungkapkan idola sepak bola saat tumbuh dewasa. Pemain favoritnya itu adalah seorang gelandang serang Argentina, yang menghabiskan seluruh karirnya di Independiente dan pernah bermain bersama dalam skuad pemenang Piala Dunia 1986.

Maradona Sebut Ricardo Bochini Sebagai Idola Sepak Bola

Independiente merupakan klub paling dominan di Amerika Selatan pada awal 1970-an dengan memenangkan empat gelar Copa Libertadores berturut-turut. Hingga saat ini mereka tetap menjadi satu-satunya tim yang mencapai prestasi ini. 

Setelah melakukan debut saat berusia 18 tahun, Ricardo Bochini membuktikan diri sebagai salah satu pemain kunci klub itu. Bahkan mencetak gol kemenangan di final Piala Interkontinental 1973 melawan Juventus, yang telah memenangkan Piala Eropa pada musim sebelumnya.

Bochini menghabiskan seluruh karir bersama klub tersebut dan penampilannya yang mengesankan untuk Independiente saat masih muda membuatnya menjadi idola sepak bola Maradona saat tumbuh dewasa dan menjadi salah satu pemain terbaik dunia. 

Di semifinal Piala Dunia 1986, Bochini masuk selama enam menit terakhir saat Argentina menang 2-0 atas Belgia. Dalam otobiografinya pada 2004, Maradona mengenang hal itu dengan bermain bersama idolanya yang sangat membekas

“Saat ia masuk melawan Belgia di Piala Dunia, hal pertama yang saya lakukan adalah mencarinya dan mengoper bola kepadanya. Saya ingat saya pernah berkata: itu seperti bekerja sama dengan Tuhan (di lapangan),” ungkap El Pibe de Oro.

Statistik Karir Maradona

Argentinos Juniors (1976-1981): 167 pertandingan, 115 gol

Boca Juniors (1981-1982): 40 pertandingan, 28 gol

Barcelona (1982-1984): 58 pertandingan, 38 gol dan 23 assist

Napoli (1984-1991): 257 pertandingan, 115 gol dan 71 assist

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore