
Bek Real Madrid Antonio Rudiger selebrasi provokatif saat menghadapi Atletico Madrid di Liga Champions. (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Kemenangan adu penalti 4-2 Real Madrid atas Atletico Madrid dalam second leg 16 besar Liga Champions dua pekan lalu (13/3) masuk laporan investigasi UEFA. Bukan terkait hasil akhir, melainkan seleberasi tidak senonoh yang diduga dilakukan empat pemain Real dalam laga di Riyadh Air Metropolitano tersebut.
Keempat pemain tersebut antara lain bek tengah Antonio Rudiger, striker Kylian Mbappe, wide attacker Vinicius Junior, dan gelandang Dani Ceballos. Apa saja yang mereka perbuat?
Rudiger diduga melakukan gerakan menggorok leher ke arah pendukung Atletico. Mbappe dan Ceballos juga diduga memperlihatkan gerakan cabul saat meninggalkan lapangan. Sementara Vini melakukan konfrontasi ke arah suporter Atletico sebelum dan sesudah pertandingan.
Jika terbukti bersalah, sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Kode Disiplin UEFA, kuartet pemain Real itu bisa mendapat hukuman paling berat larangan bertanding satu laga. Hukuman yang bakal berlaku ketika Real menjalani first leg perempat final Liga Champions di kandang Arsenal, Stadion Emirates, pada 9 April nanti.
Sebagai perbandingan, tahun lalu, UEFA pernah menjatuhkan hukuman larangan bertanding satu kali untuk dua pemain timnas Spanyol, striker Alvaro Morata dan gelandang Rodri. Keduanya terbukti menyanyikan lagu berbau politis ’Gibraltar adalah Spanyol’ saat merayakan gelar juara Euro.
Padahal, Gibraltar merupakan wilayah Inggris yang terletak di ujung selatan Spanyol.
Meski begitu, ada kemungkinan Rudiger, Mbappe, Ceballos dan Vini lolos dari skors. Pada 2019, Cristiano Ronaldo ’hanya’ didenda EUR 20 ribu (Rp 357 juta) akibat selebrasi menggerakan kedua tangan ke arah selangkangan dalam 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid. Saat itu Ronaldo menjalani musim pertama pasca meninggalkan Real alias berkostum Juventus.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
