
Pep Guardiola dan Dean Henderson saat terlibat perdebatan. (Evening Standard)
JawaPos.com -Manchester City yang sudah tujuh kali juara Piala FA harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Crystal Palace 0-1 dalam laga final yang berlangsung dramatis. Gol tunggal Eberechi Eze pada menit ke-16 membawa Palace meraih trofi utama pertama dalam sejarah klub mereka.
Meski Eze menjadi pahlawan kemenangan, penampilan kiper Inggris, Dean Henderson, mencuri perhatian dalam pertandingan yang sarat emosi ini. Henderson tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan tipis Palace, termasuk menolak penalti Omar Marmoush serta menggagalkan peluang kedua Erling Haaland.
Namun, fans City masih merasa keberatan dengan keberadaan Henderson di lapangan. Kiper asal Crystal Palace itu sempat melakukan handball di luar kotak penalti saat menghalau bola dari Haaland yang sedang berlari, sebuah aksi yang menurut banyak pengamat seharusnya berujung kartu merah.
Namun, wasit Stuart Attwell dan VAR memutuskan Henderson tidak layak diusir, karena meski situasinya berpotensi menciptakan peluang emas, menurut mereka itu tidak memenuhi kriteria menyangkal peluang gol yang jelas.
Keputusan kontroversial ini menuai kritik tajam dari para pakar sepak bola. Wayne Rooney menyerukan agar VAR dihapuskan, Ian Wright menyebut keputusan itu sangat menyedihkan, dan mantan bek City, Joleon Lescott, menilai itu sebagai salah satu keputusan terburuk yang pernah ia saksikan.
Ketegangan juga tersaji di lapangan setelah pertandingan usai. Pep Guardiola terlihat beradu argumen dengan Henderson saat perayaan kemenangan Palace berlangsung. Namun, Henderson mengatakan bahwa Guardiola sebenarnya kesal karena merasa Palace melakukan pemborosan waktu di babak kedua, bukan karena insiden handball.
"Saya hanya hendak menjabat tangannya, tapi saya kira dia kecewa karena waktu tambahan yang kami ambil," kata Henderson kepada ITV.
"Saya bilang, Kamu dapat 10 menit tambahan yang kamu inginkan.Tidak ada dendam," tambahnya.
Sementara itu, Guardiola enggan berkomentar banyak tentang insiden handball saat diwawancarai BBC Sport.
"Ini bukan urusan saya," ungkapnya.
Henderson sendiri mengaku sempat tidak yakin VAR meninjau insiden yang melibatkannya. Ia memilih fokus merayakan keberhasilan bersejarah ini ketimbang memperpanjang kontroversi.
"Saya tidak tahu itu untuk saya saat itu. Bola datang ke dalam kotak, jadi saya tidak tahu apa yang sedang mereka lihat. Tapi itu tidak penting," ucapnya.
Kemenangan ini memiliki makna emosional bagi Henderson yang mendedikasikan trofi tersebut untuk mendiang ayahnya yang wafat awal musim ini.
"Saya kehilangan ayah saya di awal musim, tapi dia bersama saya hari ini. Dia menemani setiap tendangan yang saya lakukan. Saya dedikasikan kemenangan ini untuknya," ujar Henderson penuh haru.
Mengenai gelar juara Piala FA ini, Henderson menyebutnya sebagai momen luar biasa yang pantas dirayakan semua pihak di klub.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
