
Penyelamatan Dean Henderson saat adu penalti melawan Liverpool. (AP Photo Dave Shopland)
JawaPos.com–Pahlawan Crystal Palace Dean Henderson menikmati momen terbaiknya saat menjelma menjadi superhero dalam kemenangan The Eagles di Community Shield melalui adu penalti 3-2 atas Liverpool pada Minggu (10/8) malam WIB.
Dalam waktu normal, Henderson harus kebobolan dua gol dari debutan Liverpool Hugo Ekitike, lewat tendangan kerasnya memanfaatkan asis Florian Wirtz. Serta tendangan chip Jeremie Frimpong yang mampu menaklukkan penjaga gawang 28 tahun ini.
Untungnya, anak asuhan Oliver Glasner ini mampu menyamakan kedudukan dua kali, memaksa laga ini masuk ke babak adu penalti. Awalnya, Jean-Philippe Mateta melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor titik putih pada menit ke-17.
Yang kedua, Ismaila Sarr sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kegagalan Gakpo membangun serangan untuk The Reds. Gelandang serang Senegal ini memanfaatkan umpan terobosan Adam Warthon dan membobol gawang Alisson Becker.
Setelah pertandingan, bekas kiper Manchester United tersebut mengungkapkan kebahagiaan setelah membawa Palace meraih prestasi kedua kalinya mengangkat gelar.
"Saya suka momen-momen besar (dalam karir), saya suka berada di momen penuh tekanan itu. Pekerjaan rumah yang harus kami lakukan saat adu penalti sangat bagus (bagi Crystal Palace)," kata Henderson kepada TNT Sports.
“Mereka (Liverpool) punya pemain-pemain yang luar biasa dan tim yang hebat, tapi dua trofi (Piala FA dan Community Shield untuk Palace) dalam tiga bulan itu sangat luar biasa," imbuh dia.
"Emosi mereka luar biasa. Dengan keunggulan 2-1, Anda merasa kami akan tersingkir (kalah dalam pertandingan ini). Pelatih (Glasner) bilang kami akan mendapat peluang, dan kami berhasil (menang)," tutup kiper kebangsaan Inggris itu.
Sepanjang waktu normal hingga babak adu penalti, Dean Henderson mencatatkan tiga penyelamatan saat jalannya pertandingan dan dua tepisan penalti, walau harus kecolongan dua gol pada awal babak pertama.
Tetapi akurasi passing kiper 28 tahun ini patut menjadi perhatian di luar penampilan gemilangnya di bawah mistar gawang. Hanya 31 persen akurasi umpan jauh menjadi penyebab utama perannya sangat terbatas dalam membantu serangan.
Sementara akurasi passing dekat sedikit lebih baik, dengan 63 persen berhasil 15 kali dari 24 percobaan. Akan menjadi pertanyaan besar apakah Dean Henderson masuk ikut panggilan timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat mendatang?

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
