
Lionel Messi saat berhadapan dengan pemain Charlotte FC. (@intermiamifc)
JawaPos.com- Lionel Messi kembali menjadi sorotan pada laga Inter Miami kontra Charlotte FC, Minggu (14/9) malam. Namun, kali ini bukan karena gol briliannya, melainkan kegagalan eksekusi penalti bergaya Panenka yang justru memperburuk nasib timnya.
Kegagalan itu menjadi penalti ke-32 yang gagal diselesaikan Messi sepanjang karier profesionalnya. Catatan ini kembali membuka perbandingan dengan rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang selama dua dekade terakhir sama-sama menjadi algojo utama di klub maupun tim nasional.
Cristiano Ronaldo memulai tanggung jawab sebagai penendang penalti sejak era pertamanya di Manchester United, meski sempat berbagi tugas dengan Wayne Rooney. Namun, sejak bergabung ke Real Madrid, CR7 menjadi eksekutor tetap, baik di klub maupun di Timnas Portugal.
Sepanjang kariernya bersama Manchester United, Real Madrid, Juventus, Al Nassr, dan Portugal, Ronaldo sudah mengeksekusi 210 penalti, dengan rincian 177 berhasil dan 33 gagal. Itu berarti tingkat keberhasilannya mencapai 84,29%.
Sementara Messi mulai menjadi eksekutor utama di Barcelona sejak era Pep Guardiola tahun 2008, setelah kepergian Ronaldinho. Dengan status ikon baru klub dan nomor punggung 10 di punggungnya, tanggung jawab penalti otomatis diberikan kepadanya.
Sepanjang karier di Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami, dan Timnas Argentina, Messi telah mengambil 145 penalti. Dari jumlah itu, 113 berbuah gol, sedangkan 32 gagal. Tingkat keberhasilannya tercatat 77,93%, sedikit di bawah Ronaldo.
Kegagalan di laga melawan Charlotte FC juga mengakhiri catatan impresif Messi yang nyaris tiga tahun tak pernah gagal mengeksekusi penalti dalam waktu normal pertandingan (tidak termasuk adu penalti).
Terakhir kali Messi gagal dari titik putih terjadi di Piala Dunia 2022 saat Argentina melawan Polandia. Saat itu, tendangannya digagalkan kiper Wojciech Szczęsny dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Albiceleste.
Sejak momen itu, Messi sempat sukses mengeksekusi enam penalti beruntun baik di level klub maupun negara sebelum akhirnya kegagalannya yang ke-32 tercipta di MLS akhir pekan ini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
