Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 06.14 WIB

UEFA Perkenalkan Format Baru Liga Champions, Apa Saja Perubahannya?

Ilustrasi Liga Champions. (web espn) - Image

Ilustrasi Liga Champions. (web espn)

JawaPos.com-Liga Champions kembali bergulir pekan ini dengan wajah yang masih relatif baru. Setelah lebih dari dua dekade menggunakan sistem fase grup, UEFA resmi mengadopsi League Phase mulai musim 2024/2025.

Musim ini adalah edisi kedua, banyak penggemar masih berusaha memahami cara kerja format anyar yang mengubah jadwal, sistem kualifikasi, hingga hak kandang di babak gugur.

UEFA menegaskan, alasan utamanya adalah meningkatkan jumlah laga besar dan pendapatan siaran. Dengan 36 tim dan jadwal lebih panjang, federasi berharap lebih banyak pertandingan kelas berat di tahap awal. Kritikus menyebut langkah ini sebagai upaya komersial, tetapi penggemar netral mendapat suguhan laga top sejak awal.

Perbedaan paling mencolok adalah tidak ada lagi fase grup. Semua klub berada dalam satu klasemen liga raksasa dengan aturan:

  • 36 klub memainkan 8 pertandingan (4 kandang, 4 tandang) melawan lawan berbeda.
  • Peringkat 1–8: langsung lolos ke 16 besar.
  • Peringkat 9–24: masuk playoff knockout (dua leg) untuk memperebutkan 8 tiket sisa ke 16 besar.
  • Peringkat 25–36: tersingkir total, tanpa turun kasta ke Liga Europa seperti sistem lama.

Format dua leg tetap berlaku dari playoff hingga semifinal, dengan final satu leg di venue netral. UEFA memperluas kalender Eropa menjadi 10 pekan pertandingan, delapan di antaranya untuk Liga Champions.

  • Kick-off utama: 00.45 WIB (17.45 UK) dan 03.00 WIB (20.00 UK).
  • Putaran pamungkas League Phase: seluruh 18 laga serentak 03.00 WIB.
  • Ronde terakhir dimainkan 20–21 Januari dan 28 Januari 2026, lebih lambat dari format lama yang selesai Desember.

Artinya, penggemar Indonesia bisa menikmati laga-laga besar larut malam hingga dini hari.

Kini hanya ada dua undian resmi playoff Knockout (30 Januari 2026) untuk tim peringkat 9–24. Undian 16 Besar (27 Februari 2026) untuk menentukan jalur bracket hingga final.

Tidak ada lagi perlindungan negara. Klub dari liga sama bisa langsung saling berhadapan sejak 16 besar. Contoh musim lalu Liverpool vs PSG terjadi di babak awal.

Perubahan lain yang sempat memicu kontroversi adalah penentuan hak kandang leg kedua berdasarkan merit League Phase.

  • Tim peringkat 1–4 dijamin kandang di leg kedua pada 16 besar dan perempat final.
  • Peringkat 1–2 juga mendapat prioritas hingga semifinal.
    Namun, jika tim papan bawah menyingkirkan peringkat 1–4, mereka otomatis mewarisi hak kandang. Kasus musim lalu: meski PSG finis ke-15, mereka mendapatkan hak leg kedua melawan Arsenal karena menyingkirkan Liverpool yang peringkat pertama.

Sistem ini menciptakan potensi duel raksasa lebih dini. Tim elite yang hanya finis di posisi 9–16 bisa bertemu kandidat juara sejak playoff. Bagi penonton, ini berarti lebih banyak laga panas. Bagi klub, margin kesalahan semakin kecil.

Format League Phase menandai era baru Liga Champions menjadikan lebih banyak pertandingan, jam tayang larut untuk penggemar Asia, dan jalur kompetisi yang menuntut konsistensi sejak awal. Bagi pecinta sepak bola Indonesia, siap-siap begadang karena kick-off 00.45 dan 03.00 WIB akan jadi prime time baru Eropa di tengah malam.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore