
Selebrasi Marcus Rashford saat cetak gol untuk Barcelona di laga melawan Newcastle United. (Dok. Barcelona)
JawaPos.com-Nama Marcus Rashford kembali menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Penyerang asal Inggris itu tampil gemilang bersama Barcelona usai dipinjamkan dari Manchester United.
Teranyar, Rashford bahkan menjadi pahlawan kemenangan Blaugrana ketika mencetak dua gol alias brace saat Barcelona menundukkan Newcastle di ajang Liga Champions.
Namun, meski penampilannya di lapangan kembali bersinar, kritik sepertinya tidak akan pernah bisa jauh dari Rashford. Baru-baru ini, legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan komentar pedas yang menyinggung sikap mantan rekan setimnya tersebut.
Melalui podcast sepak bola The Good, The Bad, & The Football, Scholes blak-blakan mengaku kesulitan merasa bahagia terhadap pencapaian Rashford. Ada masalah serius yang belum bisa diatasi oleh sang pemain, yaitu soal sikap dan mentalitas.
“Aku sulit merasa bahagia terhadap Marcus Rashford karena sikapnya. Sikapnya terhadap Manchester United sangat memalukan,” ujar Scholes dengan nada tegas.
Tak berhenti di situ, legenda Manchester United berusia 50 tahun tersebut bahkan tak segan menyebut perilaku Rashford sebagai sebuah aib. Scholes menilai bahwa selama membela Setan Merah, Rashford kerap tidak menunjukkan keseriusan di lapangan.
Alih-alih berlari mengejar bola, pemain kelahiran 1997 itu lebih sering terlihat berjalan santai, sesuatu yang dianggap tidak pantas bagi pemain sekelas Manchester United. Kritik Scholes juga merembet ke situasi Rashford di Barcelona.
Dia menyoroti kabar bahwa Rashford terlambat datang ke sesi latihan, yang membuat Hansi Flick harus mencadangkannya pada laga kontra Getafe. Menurut Scholes, alasan seperti itu sulit diterima, terlebih di era modern yang penuh dengan teknologi.
“Bagaimana bisa Anda ketiduran di zaman sekarang? Ada telepon, alarm, apa pun. Bagaimana bisa Anda ketiduran?” tegas Scholes, mempertanyakan profesionalisme Rashford.
Bagi Scholes, Rashford sejatinya memiliki kualitas luar biasa dan bisa menjadi penentu kemenangan di klub mana pun. Akan tetapi, tanpa sikap profesional dan mentalitas kuat, talenta besarnya berpotensi terbuang sia-sia.
Kritik ini menambah panjang daftar sorotan terhadap Rashford, yang meski kerap menunjukkan performa brilian, tetap dibayangi pertanyaan besar soal konsistensi dan kedisiplinannya.
Kini, publik menanti apakah Rashford mampu menjawab kritik tersebut dengan perubahan nyata, atau justru kembali tersandung oleh sikap yang dianggap sebagai kelemahan terbesarnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
