FIFA hukum FAM Rp1,8 Miliar, tujuh pemain Timnas Malaysia dilarang main. (mothership)
JawaPos.com- Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa proses naturalisasi yang dilakukan terhadap pemain sepak bola asing sangat ketat, berbasis data, dan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusi. Hal ini disampaikan di tengah sorotan FIFA yang sedang menyelidiki status kewarganegaraan sejumlah pemain naturalisasi yang memperkuat tim nasional Malaysia.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, menegaskan bahwa meski FIFA telah menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM), tugas kementeriannya hanya sebatas memverifikasi dan memberikan kewarganegaraan, termasuk kepada individu kelahiran luar negeri, sesuai dengan aturan hukum.
"Proses naturalisasi berdasarkan garis keturunan, apakah itu dari ayah, ibu, kakek, nenek, bahkan leluhur yang memiliki hubungan historis dengan Malaysia," jelas Saifuddin.
Menurutnya, pengaturan ini diatur melalui Pasal 19(1) Konstitusi Federal, dengan mekanisme berlapis sebelum keputusan kewarganegaraan diberikan. Setiap aplikasi diperiksa secara menyeluruh, termasuk wawancara, pengumpulan data biometrik, serta verifikasi dokumen yang harus memenuhi ketentuan hukum.
"Proses ini sangat teliti. Lebih baik kami membutuhkan waktu lebih lama daripada terburu-buru. Semua ada prosedur dan tahap verifikasi yang wajib dipatuhi," tegasnya.
Saifuddin menambahkan, keputusan kementerian selalu berlandaskan pada ketentuan konstitusi. Bila dokumen lengkap yang membuktikan asal-usul keluarga misalnya dari Melaka, Penang, Kuching, atau Kota Kinabalu telah dipenuhi, maka proses akan dilanjutkan sesuai aturan.
Sementara itu, FIFA pada Jumat (26/9) resmi menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia atas dugaan penggunaan dokumen palsu untuk memperoleh kewarganegaraan. Badan sepak bola dunia itu menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp1,8 miliar), memberikan skorsing 12 bulan kepada para pemain, serta menyerahkan peninjauan kelayakan mereka ke FIFA Football Tribunal.
Kontroversi ini mencuat setelah kemenangan Malaysia 4-0 atas Vietnam pada kualifikasi Piala Asia bulan Juni lalu. Sejak itu, muncul pertanyaan mengenai dokumen dan klaim asal-usul beberapa pemain naturalisasi.
FAM sendiri menyatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan FIFA. Mereka menegaskan seluruh proses naturalisasi yang dijalankan selalu mengikuti prosedur resmi pemerintah.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
