
Pelatih Wales Craig Bellamy akui peluang lolos otomatis Piala Dunia 2026 terancam. (BBC)
JawaPos.com-Wales harus menelan kekalahan menyakitkan 4-2 dari Belgia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 di Brussels, Selasa (14/10) dini hari. Hasil tersebut membuat peluang mereka untuk lolos otomatis pupus. Tim asuhan Craig Bellamy menghadapi tantangan melalui jalur play-off.
Pertandingan ini menjadi salah satu ujian terbesar bagi generasi baru Wales, yang berusaha melanjutkan era keemasan setelah keberhasilan mencapai semifinal Euro 2016. Namun, Belgia yang tak terkalahkan dalam 46 laga kualifikasi terakhirnya, kembali menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad mereka di bawah tekanan.
Wales sempat memberikan perlawanan di awal laga, tetapi lini belakang mereka yang terbuka dimanfaatkan habis-habisan oleh Jeremy Doku dan Kevin De Bruyne. Belgia tampil disiplin dan efektif, memilih waktu yang tepat untuk menekan balik dan mematikan harapan Wales yang tampil agresif demi kemenangan.
Setelah kekalahan tersebut, posisi Wales di Grup J kini sulit diperbaiki. Mereka tertinggal jauh dari Belgia dan harus mengandalkan play-off, seperti halnya pada kualifikasi Piala Dunia 2022.
Pelatih kepala Craig Bellamy mengakui bahwa timnya datang ke laga dengan target jelas.
“Kami tahu kami harus menang. Kami di sini untuk menang,” ujar Bellamy usai pertandingan.
“Hasil imbang tidak akan memberi kami posisi pertama. Kami juga menyadari posisi play-off kami,” imbuh dia.
Meski demikian, Bellamy tetap menunjukkan rasa bangganya terhadap semangat tim. Dia menyatakan sangat menyukai permainan timnya dan bangga dengan para pemain.
"Dan saya tahu itu bukan penghiburan bagi orang-orang yang menonton atau para pemain itu sendiri,” kata Bellamy.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Wales yang kini telah kalah empat kali dari lima pertandingan terakhir. Padahal sebelumnya, Bellamy memulai masa jabatannya dengan delapan laga tanpa kekalahan.
Tekanan terhadap mantan kapten tim nasional tersebut kini semakin meningkat, terutama setelah eksperimen taktisnya dalam laga persahabatan melawan Inggris di Wembley yang berakhir dengan kekalahan 3-0.
Pendekatan menyerang Wales kerap menimbulkan risiko di lini pertahanan. Bellamy tetap kukuh pada filosofi permainannya.
“Kami merasa cara terbaik untuk melawan tim ini adalah dengan menguasai bola,” jelas Bellamy.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kami tahu risiko kehilangan kendali di beberapa momen. Saya selalu percaya cara untuk menghentikan lawan mencetak gol adalah dengan menguasai bola,” tutur Bellamy.
Namun, kecepatan dan kemampuan transisi Belgia menjadi pembeda utama. Bellamy mengakui bahwa ancaman Jeremy Doku sudah diantisipasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022