
Selebrasi Harry Kane usai cetak dua gol untuk timnas Inggris. (Reuters/Peter Cziborra)
JawaPos.com–Inggris menyelesaikan kualifikasi Piala Dunia dengan sempurna di markas Albania, Kombetare Arena. Brace Harry Kane, memastikan kemenangan kedelapan tim asuhan Thomas Tuchel tanpa kebobolan.
Inggris memastikan tiket di turnamen akbar Amerika Utara tahun depan. Runner-up Euro berturut-turut ini mengakhiri tahun pertama mereka di bawah pelatih Jerman tersebut dengan cara yang sama seperti saat dimulai.
Tuchel memimpin kemenangan 2–0 melawan Albania dalam debutnya sebagai pelatih pasukan The Three Lions. Dan 240 hari kemudian menyaksikan timnya yang banyak berubah berhasil melewati menuntaskan kemenangan dengan skor yang sama di Tirana.
Inggris menyelesaikan kampanye di grup K dengan delapan kemenangan dan delapan clean sheet, menjadi tim Eropa pertama yang memainkan setidaknya enam kualifikasi Piala Dunia dan memenangkan semuanya tanpa kebobolan.
Ancaman terbesar yang datang dari tuan rumah datang dari Arber Hoxha yang memaksa Dean Henderson melakukan dua penyelamatan gemilang. Tuchel memasukkan Phil Foden dan Bukayo Saka yang mengubah permainan.
Sepanjang 73 menit laga berjalan, The Three Lions mengalami kebuntuan yang signifikan. Hanya dominan penguasaan bola mencapai 70 persen, namun gagal menciptakan skor untuk merubah keadaan.
Keberuntungan bagi tim tamu datang dari tendangan sudut yang menghasilkan kemelut berbahaya di depan gawang pasukan Shqiponjat. Harry Kane menggunakan insting sebagai mesin gol yang membawa Inggris unggul pada menit ke-74.
Kemudian pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional ini menggandakan keunggulan melalui sundulan. Dia memanfaatkan umpan silang brilian dari pemain pengganti Marcus Rashford pada menit ke-82.
Skor 2–0 menjadi hasil akhir untuk kejayaan negara peringkat empat FIFA ini, menempatkan mereka sebagai pemuncak klasemen grup memiliki 24 poin sempurna. Timnas Inggris mencetak total 24 gol, tanpa kebobolan sekali pun.
Penutup sempurna di tahun 2025, sebelum The Three Lions melangka ke musim krusial Piala Dunia 2026. Kane dkk berambisi merebut trofi paling bergensi antar negara pada musim panas mendatang di Amerika Utara.
