Shin Tae-yong saat menangani Ulsan HD di Korea Selatan. (Dok. Instagram/@shintaeyong7777)
JawaPos.com - Bek Ulsan HD Jung Seung-hyun angkat bicara mengenai dugaan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Shin Tae-yong. Pernyataan Jung itu disampaikan setelah laga terakhir K League 1 melawan Jeju United pada Minggu (30/11).
Dalam laga itu, Ulsan kalah 0-1 dari Jeju, tetapi masih bertahan di K League 1 berkat kemenangan Gwangju FC.
Setelah pertandingan, Jung membeberkan apa yang dialami para pemain selama masa kepelatihan Shin Tae-yong yang berlangsung singkat.
Jung menegaskan bahwa tuduhan pemukulan, makian, hingga tindakan tidak pantas lainnya memang terjadi. Pemain berusia 31 tahun itu menyebut kondisi ruang ganti sangat berat hingga membuat para pemain sulit fokus pada sepak bola.
“Itu semua benar,” ujar Jung dilansir dari Maeil Business Newspaper (1/12).
“Ada begitu banyak hal sehingga saya tidak bisa menjelaskan semuanya di sini. Sejujurnya, para pemain berada dalam situasi yang benar-benar sulit,” tambah Jung.
Salah satu insiden yang paling menyita perhatian ialah momen ketika Shin menampar pipi Jung pada pertemuan pertama dengan seluruh pemain. Video itu dilaporkan telah beredar luas di Korea Selatan sejak Shin dicopot akibat hasil buruk dan konflik internal.
Jung mengaku suara tamparan itu sangat keras dan jauh dari pernyataan sang pelatih yang menyebutnya sebagai ungkapan kasih sayang.
Selain itu, Jung juga membenarkan rumor lain yang menyebut Shin pernah meniup peluit keras-keras di telinga pemain muda. Jung menilai tindakan itu tidak pantas dan menunjukkan pola kepemimpinan yang tidak sesuai zaman.
“Melihat situasinya, sepertinya hal itu memang terjadi,” kata Jung.
Jung menambahkan bahwa tekanan eksternal dan perlakuan itu membuat para pemain kehilangan ketenangan dan sulit fokus pada pertandingan.
“Seharusnya pemain hanya fokus pada sepak bola. Mereka seharusnya hanya memikirkan pertandingan. Namun musim ini, saya justru terpikir banyak hal di luar itu,” kata Jung.
Shin Tae-yong sendiri sebelumnya membantah seluruh tuduhan dan mengklaim dirinya bekerja dalam keterbatasan di bawah campur tangan klub.
Jung berharap klub segera merilis pernyataan resmi untuk menjelaskan lebih rinci kejadian yang sebenarnya. Sang pemain menilai keterbukaan ini penting agar suporter memahami beratnya situasi yang dialami para pemain sepanjang musim.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
