Presiden Real Madrid Florentino Perez berencana lakukan reformasi anggaran dasar klub. (@realmadrid/X)
JawaPos.com - Perseteruan antara Real Madrid dan Barcelona kini tak lagi sekadar soal El Clasico di atas rumput hijau. Hubungan kedua raksasa Spanyol itu semakin panas di level elit, terutama di meja politik sepak bola Eropa.
Melansir COPE, konflik ini berakar dari sesuatu yang oleh Florentino Perez dianggap sebagai pengkhianatan yang sulit dimaafkan.
Masalah utamanya adalah keputusan Barcelona yang secara perlahan menjauh dari proyek Liga Super Eropa, sebelum akhirnya kembali mendekat ke UEFA.
Bagi Perez, langkah ini bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan pelanggaran kepercayaan secara langsung. Apalagi, Real Madrid hingga saat ini masih menjadi klub yang paling vokal dan konsisten membela proyek Liga Super.
Dari sudut pandang presiden Real Madrid tersebut, perubahan arah Barcelona terjadi di momen yang sangat krusial. Alih-alih berdiri bersama, Blaugrana justru memilih jalan berbeda, sesuatu yang dinilai Perez sebagai bentuk pengabaian terhadap komitmen awal.
Titik balik hubungan ini mulai terlihat jelas pada bulan Oktober lalu. Saat itu, Joan Laporta menghadiri pertemuan tahunan Klub Sepak Bola Eropa (ECA) dan bertemu dengan Nasser Al-Khelaifi, figur yang dikenal sebagai penentang keras Liga Super sekaligus sosok dekat dengan UEFA.
Kehadiran Laporta di forum tersebut dipandang sebagai sinyal publik bahwa Barcelona ingin berdamai dengan struktur kekuasaan sepak bola Eropa yang sudah ada.
Di internal Real Madrid, momen itu ditafsirkan sebagai deklarasi niat yang terang-terangan. Barcelona dianggap menjauh dari visi Florentino Perez, sekaligus meninggalkan Real Madrid sendirian dalam perjuangan Liga Super. Sejak saat itu, hubungan personal antara Perez dan Laporta disebut memburuk dengan cepat.
Situasi semakin memanas setelah Laporta tampil di Roma. Perez kemudian memperkeras sikapnya dan meningkatkan kritik terbuka terhadap Barcelona, terutama terkait kasus Negreira.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Perez dengan tegas menyebut bahwa “kasus Negreira” adalah masalah paling serius yang dihadapi sepak bola saat ini, bahkan di tingkat internasional.
Bagi kubu Real Madrid, kerasnya sikap Perez bukanlah kebetulan. Kasus Negreira kini dianggap sebagai medan pertempuran utama dalam konflik ini, sekaligus simbol puncak dari permusuhan yang kembali terbuka.
Perselisihan soal super League pun dinilai sebagai pemicu yang menyulut kembali api rivalitas lama, kali ini bukan hanya sebagai musuh abadi di lapangan, tetapi juga sebagai lawan di balik layar kekuasaan sepak bola Eropa.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
